Ketua Dema UIN Walisongo Sebut Kedatangannya ke Jakarta Bukan Undangan

0
353
Dema UIN Walisongo Rubaith Burhan Hudaya (kiri/jaket hijau) ikuti dialog bersama Stafsus Milenial Presiden RI Aminuddin Ma'ruf di Gedung Wisma Negara di Jakarta, Jumat (6/11/20) / Kredit foto: Rubaith Burhan
Haryana Hadiyanti
+ posts
Afif Maulana A.K
+ posts

Semarang, Justisia.com – Ketua Dema UIN Walisongo Semarang Rubaith Burhan Hudaya menyebut kedatangannya ke Gedung Wisma Negara Jakarta bersama delapan Ketua Dema dari universitas Keislaman lain bukan karena undangan. Melainkan buah dari usaha bersama Ketua Dewan Mahasiswa di lingkungan PTKIN.

“Jadi proses panjang yang sudah kita lalui sehingga pada kemarin tanggal 28 Oktober bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda kita juga melakukan deklarasi di depan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang mana disitu kita juga menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Jokowi untuk melakukan dialog dengan kita,” jelas Rubaith dalam wawancara melalui sambungan telepon, Sabtu (7/11/20) malam.

Usaha tersebut berbuah Surat Perintah Staf Khusus Milenial Presiden RI yang dilayangkan kepada Forum Dema PTKIN 6 November lalu.

“Akhirnya kemarin kita dikonfirmasi untuk berdialog hari Jumat kemarin tanggal 6 November. Sehingga kita tanggal 6 melakukan dialog yang ditemui oleh Staf Khusus Milenial. [Dimana] Stafsus tersebut memang ditunjuk oleh Presiden Jokowi untuk menemui kami secara dialog, seperti itu,” ujarnya.

Rubaith menyebut tantangan kepada pemerintah untuk melakukan dialog bersama dilakukan dalam kapasitas menyampaikan suara masyarakat tentang UU Cipta Kerja yang baru disahkan.

“Berdasarkan kajian-kajian kami di Dema PTKIN, karena UIN Walisongo juga tergabung di Dema PTKIN kami berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah secara nasional. Mulai dari produk-produk, gerakan, kita lakukan, itu adalah bentuk dari partisipasi kita sebagai mahasiswa yang kemudian mempunyai tanggungjawab untuk mengawal kebijakan tersebut,” ujarnya.

Terkait hasil dialog, pihaknya menyebut belum ada keputusan dari dialog yang digelar di Jakarta tersebut. “Tapi semua tuntutan kami dari aspirasi masyarakat yang kita akomodir itu kita sampaikan secara keseluruhan. Dan harapan besar kami dari Stafsus Milenial tersebut [aspirasi kami] memang benar-benar disampaikan kepada Bapak Jokowi kemudian dilakukan pertimbangan dan uji materi,” imbuh Rubaith.

Koordinator Pusat Dema PTKIN Ongky Fachrur Rozie juga mengungkapkan hal yang sama. Kedatangan sembilan Ketua Dema dari berbagai universitas Keislaman ke Jakarta adalah karena adanya permintaan dari pihak Dema PTKIN. “Ada proses panjang,” ujarnya.

“Kita ada aksi di awal Oktober [2020], beberapa aksi di daerah dan di pusat. Tanggal 28 Oktober bertepatan dengan [Hari] Sumpah Pemuda kita mengirim surat terbuka untuk pemerintah pusat dan kita meminta untuk menantang dialog dengan pemerintah pusat. Akhirnya awal November kita dapat jawaban atas surat terbuka itu dan tantangan dialog dari kita, sehingga jadilah pertemuan kemarin,” tukas Ongky.

Sebelumnya beredar Surat Perintah dari Staf Khusus Milenial Presiden RI Aminuddin Ma’ruf kepada 9 Ketua Dema PTKIN untuk menghadiri agenda dialog bersama di Gedung Wisma Negara, Sabtu (7/11/20). Surat Perintah Tersebut menuai beragam respon dari warganet Twitter.

9 Ketua Dema PTKIN yang diundang diantaranya Koordinator Pusat (Korpus) Dema PTKIN se-Indonesia Fachrur Rozie, Presiden Dema UIN Malang Aden Farikh, Kortim dan Presiden Mahasiswa Dema UIN Yogyakarta Ahmad Rifaldi, Presiden Mahasiswa Dema UIN Semarang Rubaith Burhan Hudaya, Presiden Mahasiswa Dema UIN Banten Fauzan, Kortim dan Presiden Mahasiswa Dema IAIN Metro Lampung Munif Jazuli, Presiden Mahasiswa Dema UIN Makassar Ahmad Aidil Fah, Presiden Mahasiswa Dema IAIN Jayapura Papua Mahfudz, serta Presiden Mahasiswa Dema IAIN Samarinda Fatimah.

Reporter: Haryana
Penulis : Afif
Editor : Sidik

Baca juga:  Tokoh Agama "Turun Gunung" Selesaikan Perang Identitas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here