Kesadaran Hukum dan Politik Harus Dibangun Bersama

0
111
Kesadaran Hukum dan Politik Harus Dibangun Bersama
Serah terima jabatan oleh Direktur LBH Semarang 2016-2020 Zainal Arifin kepada Direktur LBH Semarang terpilih periode 2020-2024 Eti Oktaviani. | Kredit foto: Dokumen pribadi.
Panpan Alwi Fahmi
Kru Magang 2020 | + posts
M. Rizaldi
+ posts

Semarang, Justisia.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang adakan Pelantikan Direktur Baru periode 2020-2024 serta Diskusi Publik dengan tema Tantangan dan Dampak Pengesahan UU Cipta Kerja bagi Masa Depan Hak Asasi Manusia secara virtual melalui aplikasi siaran pertemuan Zoom serta kanal Youtube LBH Semarang, Selasa (24/11/20).

Acara pelantikan tersebut dihadiri Direktur LBH Semarang periode 2016-2020 Zainal Arifin, Direktur LBH Semarang periode 2020-2024 Eti Oktaviani, Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati, Dosen FISIP Undip Semarang Wijayanto, dan Wakil Rektor Unika Soegijapranata Benny Danang Setianto.

Ketua Umum YLBHI Asfinawati mengangkat Eti Oktaviani, sebagai direktur baru LBH Semarang menggantikan Zainal Arifin, dengan Surat Keputusan Pengurus Yayasan LBH Indonesia bernomor 24/Sket/Pengurus-YLHBHI/11/2020 tentang Pengangkatan Saudari Eti Oktaviani, S.H, sebagai Direktur Kantor Lembaga Bantuan Hukum Semarang Periode 2020-2024.

Dalam pelantikan ini juga dilakukan pengucapan janji oleh direktur terpilih juga serah terima jabatan oleh direktur LBH Semarang periode 2016-2020 Zainal Arifin kepada Eti Oktaviani.

Direktur terpilih Eti Oktaviani menyampaikan rasa terima kasihnya kepada direktur LBH Semarang periode sebelum dirinya. “Mas Zainal sebagai direktur LBH Semarang sebelumnya telah banyak berkontribusi pada gerakan masyarakat di Jawa Tengah dan juga untuk internal LBH Semarang. Untuk itu saya ucapkan terimakasih dan juga untuk rekan-rekan yang melaksanakan pemilihan sampai pelantikan direktur dengan sangat baik,” tutur Eti dalam sambutannya.

Eti menegaskan bahwa ia akan berdiri bersama rakyat akar rumput dalam melawan oligarki dan memberantas ketidakadilan HAM. “Kita […] yang mempunyai privilese untuk mengakses berbagai informasi dan pengetahuan yang tidak semua rakyat bisa mendapatkannya, […] tidak bisa hanya dengan diam saja,” ujar Eti.

Ia mengatakan bahwa seyogianya kesadaran politik serta kesadaran hukum tidak hanya dibangun oleh orang-orang tertentu saja, seperti pengacara publik semacam LBH Semarang, melainkan juga pada diri setiap masyarakat. “Sudah bukan lagi saatnya hanya kita yang sedikit ini yang melawan. Seluruh rakyat harus memiliki kesadaran politik dan kesadaran hukum kritis terhadap hal yang berkaitan dengan hajat hidup rakyat,” ungkapnya.

Hal ini lantaran ia menyadari betapa penting peran kehadiran setiap elemen masyarakat dalam membangun harmoni kehidupan demokrasi yang lebih baik. “LBH Semarang bukan apa-apa jika berjalan sendiri, LBH Semarang tidak pernah mampu membawa perubahan jika berjalan sendiri,” jelas perempuan berkerudung.

Kehadiran kawan-kawan jaringan, komunitas, dan akademisi, serta elemen lainnya, imbuhnya, itu sangat berarti bagi LBH Semarang untuk bisa berjalan bersama. [Red. Afif]

Baca juga:  DEMA FEBI Suguhkan Hiburan untuk MABA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here