KBMW Desak DEMA-SEMA U Lakukan Konsolidasi Akbar

0
432

Semarang, justisia.com– Keluarga Besar Mahasiswa Walisongo (KBMW) mendesak Dewan Eksekutif Mahasiswa dan Senat Mahasiswa UIN Walisongo Semarang untuk melakukan konsolidasi akbar perihal “/Tolak Bayar UKT”.

Hal ini sesuai dengan pesan yang disampaikan melalui aplikasi berbagi pesan WhatsApp pada Rabu, 3 Juni 2020 kepada redaksi LPM Justisia.


Selain mendesak DEMA-SEMA UIN Walisongo Semarang untuk melakukan audiensi, dalam pesan tersebut juga meminta seluruh mahasiswa ikut berpartisipasi dalam melakukan desakan dan menyebarluaskan imbauan serta pamflet yang dikirimkan, ke seluruh media sosial.

“… Meminta untuk seluruh Mahasiswa Walisongo berpartisipasi dalam menyerukan Desakan ini kepada para Pimpinan Mahasiswa Untuk Segera melaksanakan KONSOLIDASI AKBAR guna menentukan arah gerak UIN Walisongo dalam pengawalan Permasalahan ini,” mengutip dari pesan WhatsApp yang masuk ke redaksi LPM Justisia.

Saat mengonfirmasi kepada pengirim pesan yang tidak ingin disebutkan identitasnya, dirinya mengatakan bahwa, setidaknya di UIN Walisongo ada gerakan pasti perihal tolak untuk melakukan pembayaran UKT di semester depan.

Berdasarkan pamflet yang disebarluaskan, hal ini didasari pada kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19 saat ini.

Baca juga:  Yang Kedonyan Adalah Kapitalisme

DEMA-SEMA Angkat Bicara

Menanggapi pesan dan pamflet yang beredar di media sosial, Presiden DEMA UIN Walisongo Semarang, Rubait Burhan Hudaya, mengatakan bahwa, pihaknya masih mencari penanggung jawab dari pembuat pamflet yang telah beredar.

“Masih kami cari penanggungjawabnya,” jawabnya melalui aplikasi berbagi pesan WhatsApp (3/6/20).

Merunut dari penjelasan Rubait, pihaknya telah melayangkan surat untuk audiensi, dan telah mendapatkan respon dari pihak birokrasi kampus.

“Kita sudah layangkan kemaren sebelum adanya pamflet KBMW itu. Dan pihak kampus sudah memberi jawaban audiensi yang akan dilaksanakan besok (4/6) secara daring,” balasnya.

Rubait menambahkan, bahwa tidak ada koordinasi sama sekali dengan KBMW terkait apa yang dilakukan oleh pihak KBMW.

Di samping itu, Mandataris Ketua SEMA UIN Walisongo Semarang, Rizal Alfian Achmad, mengatakan bahwa pihaknya sangat sepakat dengan apa yang dilakukan oleh KBMW.

Saat ditanya mengenai langkah riil yang dilakukan, Rizal menjawab, bahwa pihaknya sampai saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi.

“Sampai hari ini kami masih terus koordinasi,” balasnya melalui aplikasi berbagi pesan WhatsApp (3/6/20)

Baca juga:  UIN Walisongo Gelar Jiangsu Education Expo 2019

Rizal yang mewakili SEMA UIN Walisongo mengaku bahwa, pihaknya juga tidak mempermasalahkan siapapun yang membuat dan menginisiasi gerakan yang dilakukan oleh KBMW.

“Justru kami bersyukur ada yang memulainya,” pungkasnya.

Reporter: Sidik
Penulis: Sidik
Editor: Harly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here