Kaleidoskop 2020: Kilas Balik UIN Walisongo

0
37
Kaleidoskop 2020; Kilas Balik UIN Walisongo
Infografik Justisia
Website | + posts

Semarang, Jutisia.com – 2020, angka yang cantik namun kondisi sebenarnya justru berkebalikan dengan kecantikan angka itu. 2020 menjadi saksi bisu hadirnya sesuatu yang baru, ya, tak lain Pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 yang muncul tiba-tiba di akhir tahun lalu, menjadikan perubahan yang sangat drastis, dari segi apapun baik dari segi ekonomi, politik, sosial, budaya, pendidikan bahkan dari segi hukum.

Sepanjang 2020 ini, redaksi mencatat banyak kebijakan-kebijakan baru, hal-hal baru, kebiasaan baru, yang cukup membedakan dengan tahun sebelumnya di UIN Walisongo Semarang. Bahkan, di tengah Pandemi ini, UIN Walisongo juga mendapatkan berbagai prestasi yang cukup mengejutkan. Setidaknya, redaksi mencatat ada beberapa reportase yang informatif sekaligus baru pada tahun 2020 ini.

1. Kebijakan UIN Walisongo dalam Pencegahan Covid-19

Awal Maret, tepatnya tanggal 3 Maret 2020 surat edaran tentang waspada penularan Covid-19 sudah dikeluarkan oleh UIN Walisongo. Periode Sabtu 14 Maret 2020 jumlah orang yang dinyatakan positif mencapai 96 orang. Pihak kampus akhirnya mengeluarkan kebijakan lagi pada 15 Maret 2020 tentang pembelajaran online selama 14 hari terhitung sejak 16-27 Maret. Akan tetapi, karena semakin banyak korban terpapar virus ini, kebijakan untuk memberlakukan kuliah dengan sistem daring dikeluarkan kembali hingga ujung semester genap 2019/2020. Lantaran perkembangan virus yang sampai dengan Agustus belum masih belum mereda, perkuliahan semester ganjil tahun 2020/2021 tetap dilakukan dengan sistem daring.

2. Drama Pemotongan UKT Masa Pandemi.

Pembatalan kebijakan pemotongan UKT dari Pihak Kementerian Agama pada tanggal 20 April, membuat mahasiswa gerang. Hingga DEMA PTKIN se-Indonesia mengeluarkan surat tuntutan aksi virtual. Aliansi Mahasiswa UIN Walisongo Melawan pun melakukan aksi pada tanggal 18 Juni di depan Gedung Rektorat UIN. Sampai pada akhirnya pihak kampus pun memberikan jawaban atas tuntutan mahasiswa. Arief Budiman selaku Wakil Rektor III pada malam hari 19 Juni mengadakan rapat di meja makan Mijen, Semarang. Berdasarkan hasil rapat, UKT mahasiswa pun dipotong dari 10% menjadi 15% dengan syarat dan ketentuan yang juga sudah ditentukan.

3. Perpus Pusat UIN Walisongo Sediakan Layanan Baru Saat Pandemi

Menyikapi adanya pandemi Covid-19 perpustakaan pusat UIN Walisogo Semarang mengambil langkah serius untuk meningkatkan pelayanannya. Salah satunya dengan menyediakan perpustakaan online (Walisongo e-Library) yang dapat diakses oleh seluruh mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Sejauh ini sudah tercatat 1500 mahasiswa yang aktif menggunakan layanan ini, juga tercatat 166 mahasiswa belum di-approve dikarenakan kurangnya penyertaan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dalam proses pendaftaran. Dalam penyelenggaraannya perpustakaan pusat UIN Walisongo Semarang bekerjasama dengan kubuku.co.id untuk pengadaan e-Book yang telah disediakan di e-Library.

4. UPT Perpustakaan Pusat Kembali Terapkan Layanan Online

Setelah sempat membuka layanan perpustakaan secara offline pada Senin (01/12/2020), Unit Pelayanan Teknis (UPT) perpustakaan pusat UIN Walisongo Semarang kembali menerapkan sistem pelayanan secara online. Pelayanan peminjaman buku secara offline masih tutup sampai waktu yang ditentukan dan untuk cek daftar peminjaman bisa diakses melalui e-Library.

5. Tim Mahasiswa UIN Walisongo Sabet Juara di Kancah Internasional

Tim Inovator Muda UIN Walisongo Semarang berhasil menorehkan prestasi di tingkat Internasional. Untuk kali pertama mahasiswa UIN Walisongo Semarang mengikuti even Indonesia Inventors Day 2020 dan berhasil menyabet medali perak di kategori World Invention and Technology Expo (WINTEX). Acara tersebut berlangsung pada 27-29 November 2020 di Jakarta, Indonesia secara online karena pandemi covid-19 yang tak kunjung usai. Prestasi tersebut didapatkan oleh tim UIN Walisongo Semarang setelah berhasil mengembangkan inovasi berbasis Artificial Intelligence (AI) berupa aplikasi pendeteksi dini penyakit kusta. Inisiator aplikasi yang diberi nama Periksa.in adalah A. Farid Rohmatulloh, mahasiswa Pendidikan Biologi; Agung Dwi Saputro, mahasiswa Fisika; Agus Suprapto, mahasiswa Pendidikan B. Inggris, dan Afrizal Dwi Ananto, mahasiswa Biologi.

6. Prodi S1 Ekonomi Islam Raih Akreditasi A

Program studi S1 Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo resmi memperoleh akreditasi A. Akreditasi tersebut ditetapkan 2 Desember 2020 berdasarkan Asesmen Lapangan oleh Tim Asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Muhammad Saifullah mengatakan keberhasilan ini merupakan keberhasilan kita bersama atas usaha, kerja keras, kerja cerdas dan doa dari seluruh sivitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Tahun 2020 menjadi perubahan dari dunia serba offline (luring) digantikan dengan serba online (daring). Teknologi yang pada tahun-tahun sebelumnya hanya digunakan sebagai nomor 2, sekarang menjadi prioritas utama. Inilah perubahan besar dalam tahun ini. Akankah kedepannya juga akan terus menggunakan teknologi? Atau, apakah 2021 akan tetap sama seperti ini? [Red. Fajri]

Baca juga:  Tutup Falak Expo, HMJ Ilmu Falak Gelar Seminar Nasional

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here