Giyanto: “Kocar-kacir keadaan buruh imbas dari demokrasi yang ugal-ugalan”

0
166
Website | + posts

Semarang, justisia.com-Orator pertama dalam aksi konvoi yang dilanjut dengan demonstasi di depan gedung Gubernur Jawa Tengah sampaikan sebab kocar-kacirnya nasib buruh, pada 29 Januari 2020.

Orator pertama tersebut adalah wakil dari FSPIP (Federasi Serikat Pekerja Indonesia Perjuangan), Giyanto menyerukan, “nasib kami (buruh) kocar-kacir seperti ini adalah imbas dari demokrasi yang ugal-ugalan.”

Di hadapan ratusan demonstran dari aliansi buruh dan mahasiswa, Giyanto menyuarakan, bahwa pemerintah telah semena-mena dalam membuat kebijakan.

“Pemerintah telah semena-mena dalam membuat kebijakan, tak berpihak pada rakyat,” Salah satu penggalan orasinya.

Di akhir orasinya, ia meminta untuk menerima tuntutan yang disuarakan, yakni menolak RUU cipta lapangan kerja yang dinilai berpihak pada investor.

Selain dari FSPIP orasi juga disuarakan oleh, Serbuk (Serikat Buruh Kerakyatan), BEM UNS Surakarta, Unnes, FNKSDA, LBH Semarang, AMP (Aliansi Mahasiswa Papua dan diakhiri dengan pembacaan pers rilis dari perwakilan Mahasiswa Undip, Semarang.


Reporter: Sidiq
Penulis: Sidiq
Editor: Nur Hikmah

Baca juga:  Tuntutan Tersampaikan, Audiensi Hasilkan Kesepakatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here