Evaluasi Kinerja Pemerintah, Mahasiswa UIN Walisongo Turun Aksi

0
204

Semarang, Justisia.com – Mahasiswa UIN Walisongo turun aksi dengan agenda Evaluasi 100 Hari Pemerintahan era Presiden Jokowi-Makruf Amin, Senin (3/2/2020).

Peserta aksi melakukan longmarch dari gerbang Kampus 2 UIN Walisongo sampai di depan Kampus 1 UIN Walisongo, Jerakah.

Puncaknya, sepanjang jalan raya Semarang Kendal dilakukan blokade dengan menggelar orasi.

“Pemblokadean ini dilakukan oleh 20 orator dengan masa aksi kisaran 250 orang, dengan alasan karena jalan pantura merupakan jalan nasional bagi kendaraan yg berlalu lalang  sehingga alarm teman-teman selaku mahasiswa bisa terdengar,” ujar salah satu orator aksi, Nanang Zuliadi.

Latar belakang isu yang diangkat dalam unjuk rasa ini di antaranya, merespon;

1. Wacana pencabutan gas elpiji yang mulanya hanya seharga 20 ribu menjadi 25 30 ribu rupiah.

2. Menuntut pembentukan transparasi UU Omnibus Law, dan diikutsertakannya civil law society dalam pembentukan peraturan tersebut.

3. UU KPK yang terbukti telah melemahkan KPK dari beberapa kasus Jiwasraya dan penangkapan komisariat KPU yang melibatkan mantan BAWASLU kemudian sekjen PDIP.

Baca juga:  Kantin dan Tempat Fotocopy Perlu Lahan Parkir

“Harapan dibentuknya aksi agar alarm kami bisa terdengar oleh teman-teman activis mahasiswa lainnya dan agar bisa ikut dan menganggab bahwa ini adalah masalah bersama,” tukas Nanang, yang juga sebagai korlap aksi. (Asr/Hrl)

Reporter: Asrul
Penulis: Asrul
Editor: Harly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here