Euforia Besar pada Debat Internal dan Bedah Buku

0
273
Dewan Juri Debat Internal LRD pada laga final Debat Internal, Minggu (16/2/2020) / Foto: Ike Maya Sari

Semarang, Justisia.com – Dua hari berturut-turut mulai 15 Februari hingga 16 Februari 2020 menjadi hari dilaksanakannya rangkaian acara Debat Internal perdana serta Bedah Buku Islam dan Demkorasi di Indonesia yang diselenggarakan oleh Lembaga Riset dan Debat (LRD) FSH UIN Walisongo.

Momen yang turut melibatkan peserta lintas angkatan dari Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo ini mengundang euforia besar.

Sebab, selain merupakan yang perdana, perhelatan ini juga menjadi wadah bagi para peserta untuk mengasah kemampuannya agar mahir berargumen menggunakan landasan yang tepat.

Seperti yang disampaikan oleh salah seorang peserta dari prodi Ilmu Hukum, Ubed, “kegiatan ini di luar ekspektasi, karena saya justru mendapatkan banyak sekali ilmu baru yang tidak saya dapatkan di luar sana,” ungkapnya ketika diminta memberikan kesan-pesannya oleh salah seorang juri Debat Internal LRD, Arif Khoirudin.

Kegiatan yang berlangsung di Labolatorium Hukum FSH ini juga menghadirkan Mochamad Parmudi selaku penulis buku Islam dan Demokrasi di Indonesia untuk menyampaikan beberapa gagasannya dalam rangka bedah buku pada hari ke dua pelaksanaan.

Baca juga:  Puncak Perayaan Milad ke-25 tahun, Pengunjung Datang Tak Terkira

Muhammad Syofii yang dihadirkan sebagai panelis bedah buku, mengatakan bahwa buku karya Parmudi itu cara penyampaiannya dialogis dan mudah dicerna.

“Buku ini menjelaskan bahwa Islam dan politik di Indonesia tidak ujug-ujug datang, namun telah melewati proses historis yang panjang. Maka, buku ini runtut menjelaskan proses tersebut. Bagaimana dinamika praktis demokrasi dan Islam itu berjalan,” lanjut alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undip.

Selain Bedah Buku Islam dan Demkorasi di Indonesia, pada hari kedua rangkaian kegiatan Debat Internal dan Bedah Buku juga menampilkan laga final Debat Internal yang menghasilkan mahasiswa Ilmu Hukum, M. Rifa’i Yusuf sebagai pembicara terbaik.

Pembina LRD, Novita Dewi Masyitoh, menyampaikan apresiasinya pada seluruh partisipan karena meski perhelatan perdana, namun bisa berjalan dengan baik. (Ike/Son)

Reporter: Ike Maya Sari
Penulis: Ike Maya Sari
Editor: Sonia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here