Cinta Bukanlah Tuhan, Tak Perlu Kau Sembah

0
623

Judul Buku : Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta
Penulis : Alvi Syahrin
Penerbit : Gagas Media
Cetakan : Cetakan Pertama, 2018
Ketebalan Buku :VIII + 224 hlm.
Peresensi: Rohadatul ‘Aisy Idra

Justisia.com – Virus merah jambu tidak pandang bulu untuk menyerang siapapun. Entah itu bocah ingusan belum tamat SD, remaja tanggung yang baru mencari jati dirinya selama masa puber, mahasiswa atau karyawan biasa, orangtua dan bahkan pasangan yang sudah berumah tangga.

Virus ini menjadi topik yang tak pernah lekang oleh masa bahkan sudah dimulai dari saat Hawa diciptakan untuk menemani Adam yang kesepian di Surga.

Begitu banyak kisah cinta yang hangat lagi manis dan tidak sedikit pula yang pilu membiru menggores luka. Satu hal yang tidak bisa dihindari, cinta adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia mulai dari detik pertama kelahirannya di dunia.

Manusia diciptakan dengan berbagai macam emosi dan perasaan. Namun, untuk perasaan yang satu ini, kita tidak bisa biasa saja. Kita selalu meletakkan porsi besar di pikiran kita untuk cinta.

Baca juga:  Pahlawan yang Pernah Terlupakan

Dalam buku ini, penulis menjabarkan seluk-beluk cinta tapi tidak dari sudut pandang biasa. Dari bab pertama, kita sudah disuguhkan dengan kisah-kisah cinta klasik yang kadang membuat kita serasa menjadi tokoh utama yang sedang disindir atau kadang di bab lain kita akan berfikir “wah, ini cerita tentang temen gue banget” atau “ini mah ceritanya sering banget ada disekitar kita”.

Kisah yang mengalir membuat kita tidak sadar sudah membalik halaman demi halaman. Bahasa sederhana namun lugas langsung cepat ditangkap maknanya oleh pembaca.

Yang menjadikan buku ini menarik adalah, penulis membuat kita memandang cinta dari sudut pandang lain. Cinta bukanlah sesuatu yang harus diagung-agungkan hingga kita lupa mencintai diri sendiri.

Cinta juga bukanlah berhala yang membuatmu melupakan agama. Dan hidup tidaklah harus selalu berakhir dengan happy ending with last love forever.

Jika kamu belum pernah jatuh cinta, belum tahu bagaimana rasanya hati yang berbunga-bunga atau perut penuh dengan kupu-kupu, keringat dingin dan sensasi aneh tapi menyenangkan dari degup jantung yang tak beraturan, maka buku ini cocok untukmu.

Jika kamu baru saja patah hati, ditolak oleh orang yang sudah lama kamu sukai, atau putus dengan seseorang yang sudah memberimu janji-janji manis dan komitmen palsu, atau kamu sudah selesai dengan tetek-bengek birokrasi sidang perceraian rumah tangga dan tertatih belajar menjadi single parent atau kamu hanyalah seorang yang kesepian dan trauma bahwa tidak ada cinta yang kau percaya didunia ini, maka buku ini cocok untukmu.

Baca juga:  Gusdur dengan Kemuliaan dan Kemanusiaannya

Jika kamu sedang berada di posisi dilematis, gundah dalam menentukan pilihan yang sama-sama baiknya. Atau kamu sedang menyesali keputusan yang kamu buat dan tidak menemukan jalan keluar dari malam-malammu yang imsomnia dan penuh gelisah.

Atau perjalanan cinta dan seseorang di masa lalu yang tidak bisa kamu lupakan dan penyesalan yang membuatmu tidak bisa berhenti untuk membenci dan menyalahkan dirimu sendiri, maka buku ini cocok untukmu.

Buku Jika Kita Tidak Pernah Jatuh Cinta ini dituliskan berdasarkan pengalaman pribadi dan cerita yang penulis dengar, baik dari orang di sekelilingnya atau para pengikutnya di sosial media.

Penulis menekankan sisi religius dalam memandang cinta dan menambah tulisannya dengan nasihat-nasihat lembut untuk semua orang yang ingin mengenal cinta lebih dalam atau sudah salah persepsi tentang cinta dari sudut pandang agama.

Penulisnya berusaha menyadarakan kita bahwa jika kita tak pernah jatuh cinta maka kita tidak tahu bahwa ada yang lebih penting dari cinta. Ada yang lebih penting dari seonggok perasaan cinta yang kita dewakan. Apa itu? Jawabannya akan teman-teman temukan dalam buku ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here