Bincang Ramah: Dekan FSH Akui Adanya Kendala Dalam Kuliah Online

0
324

justisia.com-DEMA Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo mengadakan diskusi online bertajuk “Bincang Ramah di Bulan Berkah” pada hari Rabu (6/5/2020) melalui via aplikasi Zoom.

Diskusi ini bertemakan “Dialog Bersama Dekanat Fakultas Mengenai Kebijakan Kampus Ditengah Wabah Covid-19”. Adapu  Pembicara dalam diskusi online ini adalah Dr. H. Mohamad Arja Imroni, M. Ag selaku Dekan Fakultas Syariah dan Hukum serta Dr. H. Ahmad Izzudin, M. Ag selaku Wakil Dekan III Fakultas Syariah dan Hukum.

Diskusi ini membahas tentang kebijakan kampus selama pandemi berlangsung. Dekan dari Fakultas Syariah dan Hukum menjelaskan bahwa kebijakan kampus yang saat ini sedang dilakukan ada dua.

Pertama, melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring seperti yang diperintahkan rektor. Beliau mengakui KBM secara daring ini memiliki beberapa kendala. Seperti dosen yang tidak semuanya bisa mengakses teknologi untuk melaksanakan KBM dan juga kendala sinyal bagi mahasiswa. Sehingga banyak mahasiswa yang mengajukan KBM daring via WhatsApp.

Selain itu, dekan juga menghimbau kepada para dosen yang memberikan tugas agar tidak memberatkan  mahasiswanya karena pelaksanaan kuliah saat ini tidak bisa sesempurna saat dilaksanakan tatap muka secara langsung.

Baca juga:  UIN Walisongo Siapkan Diri Guna Menghadapi New Normal

Kedua, pihak Fakultas juga melayani administrasi secara online, seperti proses bimbingan skripsi, pengajuan beasiswa, legalisir berkas bagi para alumni, ujian munaqosyah, dan ujian komprehensif.

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum menerangkan mengenai KBM via daring yang efektif bahwa komunikasi antara dosen dan mahasiswa menjadi kunci penting pelaksanaan KBM yang baik.

Menurutnya, semua KBM tidak bisa mengandalkan hanya satu aplikasi saja tapi menggunakan aplikasi lainnya juga, seperti video yang diunggah di YouTube. Jadi, setiap mahasiswa bisa mengakses kapan dan di mana saja.

Setelah pendemi berakhir kampus juga akan membuat beberapa kebijakan. Pertama, akan ada pelatihan secara menyeluruh kepada dosen untuk membuat e-learning efektif.

Kedua, pihak Fakultas akan berkoordinasi dengan organisasi intra untuk memaksimalkan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan pengembangan kemampuan akademis.

Ketiga, bagi mahasiswa yang orang tuanya terkena PHK dan tidak bisa melakukan pembayaran UKT pada waktu sebagai mana mestinya mungkin bisa melakukan pengajuan keringanan waktu dalam membayar UKT kepada rektor.

“Nah mungkin yang bisa dilakukan bagi orang yang berat menyelesaikan pembayaran ukt saya kira dengan cara mengajukan saja pada rektor nanti, bukan untuk pengurangan (biaya UKT) itu tidak bisa. Setidaknya saya sampaikan informasi, hari ini tidak bisa. Mungkin bagi mahasiswa yang benar-benar tidak bisa (membayar UKT tepat waktu) itu mungkin bisa mengajukan membayarnya agak mundur, misalnya begitu. Tapi ini masih gambaran ya,” ujarnya.

Baca juga:  Solidaritas Rakyat Di Musim Pandemi Wujud Hidupnya Rasa Empati

Wakil Dekan III menuturkan bahwa sistem perkuliahan saat ini sangat tidak nyaman karena sinyal di tempat tinggal mahasiswa juga mempengaruhi keefektifan perkuliahan online.

“Dosen juga harus memahami keadaan mahasiswanya. Terkait sistem absensi mahasiswa, seharusnya disamaratakan masuk semua. Dosen tidak bisa menyalahkan mahasiswanya jika tidak bisa mengikuti perkuliahan online semestinya karena kendala sinyal di rumah mereka,” ujarnya.

Beliau juga memberi himbauan kepada mahasiswa untuk memanfaatkan kuota gratis 30 GB dari Indosat yang sudah disediakan oleh Universitas.

“Mahasiswa harus semangat mengikuti perkuliahan online ini. Selalu mengikuti protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19 dan mengajak masyarakat untuk membangun kebijakan pemerintah. Dan selalu berdoa agar pandemi ini segera berakhir,” tambahnya.

Reporter: Syafrina
Penulis: Syafrina
Editor: Harli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here