Bernad: Jadilah Manusia Sebelum Menjadi Lawyer

0
223

Semarang, justisia.com-Kelas Hukum di Rumah Pancasila dan Klinik Hukum pada Sabtu (15/02) sekaligus kunjungan mahasiswa UIN Walisongo Khususnya dari UKM FKHM kali ini sangat menantang para mahasiswa, karena membahas tema tentang keadvokatan.

“Anda yang masih duduk di bangku kuliah, jadilah manusia terlebih dahulu, baru jadi lawyer. Kalau kalian tidak jadi manusia tetapi sudah jadi lawyer, anda bisa masuk neraka,” pesan Bernad.

Pemateri kelas hukum, sekaligus ahli hukum pidana kepada mahasiswa.
Menjadi advokat, baginya bukan menyelamatkan yang salah, tetapi mengawasi kesewenangan yang diberikan kepada yang salah. Agar tercipta suatu keadilan.

“Seperti kata Socrates bahwa anda lebih utama dari saya. Kepentingan anda lebih utama daripada kepentingan saya, itu lah prinsip dari advokat,” kata Yosep Parera, pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum.

Yosep melihat prinsip ini justru berbeda dengan para pejabat di Indonesia yang menjadi “pelayan” rakyat, tetapi jika ada pejabat yang lewat, seketika masyarakat langsung hormat dan memberikan jalan untuk pejabat. Ketika dalam sebuah pesta makan pun masyarakat diberi sisa dari apa yang sudah dimakan oleh para pejabat.

Baca juga:  WCC Gelar Pasar Rabu yang Pertama

Tetapi, dalam perkara apapun Yosep sebagai pendiri seorang advokat mengatakan tidak boleh semata-mata menyalahkan Negara.

“kalau kalian bertanya dan menyudutkan Negara kenapa tidak melakukan ini itu, tidak memberikan hak rakyat secara pantas. Lalu saya akan balik bertanya, kenapa kalian sendiri tidak memberikan hak orang lain secara pantas? Karena penegakan keadilan itu sesungguhnya adalah kewajiban kita semua,” tutur Yosep.

Reporter: Popo
Penulis: Popo
Editor: Harly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here