Bentuk Penentangan, LBH Semarang Gelar Diskusi Omnibus Law Cilaka

0
325

Semarang, justisia.com-Jum’at (31/01), bertempat di UNISULA Semarang, diselenggarakan diskusi publik bertajuk “Reformasi Dikorupsi, Omnibus Law Karpet Merah Oligarki” yang digagas oleh LBH Semarang menggandeng perwakilan serikat buruh, organisasi muda bersuara, serta sederet akademisi.

Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk penentangan terhadap Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja yang disinyalir akan memihak pada para pemilik modal serta berdampak buruk bagi banyak instrumen ketenagakerjaan, masyarakat luas, serta kerusakan lingkungan hidup di Indonesia.

Draft resmi RUU Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja yang tak kunjung dipublikasikan oleh pemerintah mendorong munculnya sederet gerakan terutama yang digagas oleh serikat buruh di Indonesia karena perancangannya dilakukan tanpa melibatkan masyarakat sesuai dengan aturan demokrasi sebagaimana yang disampaikan oleh perwakilan dari LBH Semarang.

Acara yang dihadiri oleh perwakilan mahasiswa di Semarang ini memaparkan dampak Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja dari berbagai perspektif.

Seperti yang disampaikan oleh perwakilan LBH Semarang yang menyampaikan dampaknya dari segi sumber daya alam, kemudian dari perspektif perempuan yang disampaikan oleh perwakilan muda bersuara, serta dari kacamata perwakilan Serikat Buruh yang memaparkan dampaknya pada kesejahteraan pekerja.

Baca juga:  Melalui Muskotlub, PPMI DK Semarang Resmi Miliki Sekjen Baru

Diskusi ini memantik berbagai tanggapan dari para peserta yang antusias dengan isu yang sedang hangat ini. Sehingga penyelenggara mengharapkan adanya diskusi lebih lanjut sebab menurut pihaknya, isu omnibus law cipta lapangan kerja ini sangat krusial dan berdampak bagi seluruh lapisan masyarakat tidak hanya bagi para pekerja.

Reporter: Ikey
Penulis: Ikey
Editor: Nur Hikmah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here