Arja Imroni: Doktor Honoris Causa Adalah Upaya Penghargaan Kerja Intelektual

0
103
Fajri Zain
Reporter | + posts

Semarang, Justisia.com – Dalam acara Webinar yang diadakan oleh Fakultas Syari’ah UIN Walisongo yang bertajuk “Bedah Pemikiran KH. Afifudin Muhajir (Fiqh Tata Negara)” Dekan FSH, Arja Imroni mengungkapkan ketertarikannya pada konsep Fiqh Tata Negara KH. Afifudin Muhajir, Rabu (02/12/2020).

“Bagaimana ini menjadi sangat menarik karena pada saat sekarang orang masih saja membenturkan antara Pancasila dengan demokrasi dan tentu di sana-sini masih ada banyak problem” ungkapnya.

Saat memberi sambutan dalam acara yang dilakukan melalui platform Zoom tersebut, beliau juga menjelaskan bahwa acara Webinar ini merupakan salah satu rangkaian acara panjang sebelum penganugerahan gelar Dr. (HC) kepada KH. Afidudin.

Penganugrahan ini adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh Universitas untuk memberikan penghargaan kepada kerja-kerja intelektual yang dilakukan oleh orang-orang yang secara serius melakukan kajian-kajian akademis meskipun tidak terjun langsung di Universitas.

Penganugrahan gelar ini diajukan oleh Fakultas Syariah dan Hukum sejak 1 tahun yang lalu.

“Proses pengajuan gelar Honoris Causa ini sudah sangat lama, sudah sekitar 1 tahun 3 bulan,” jelas dekan FSH tersebut.

FSH melalui prodi Hukun Pidana Islam (HPI) mengajukan penganugrahan gelar Honoris Causa ini kepada Rektor dan ditindak lanjuti dengan membawa pengajuan tersebut kendalam sidang senat untuk mendapatkan persetujuan akademis.

Tak sampai di situ, dekan FSH lebih lanjut menerangkan tentang alotnya sidang senat tersebut.

“Sidang senat berjalan sangat alot, kita sebagai pengusul terus menerus melakukan upaya untuk menguatkan bahwa KH. Afiudin layak untuk mendapatkan  gelar ini,” ujarnya.

“Hingga akhirnya, setelah banyak karya K.H. Afifudin Muhajir dibedah oleh 9 pakar di UIN Walisongo, mereka memberikan pengakuan dan persetujuan atas kelayakan KH. Afifudin Muhajir untuk mendapatkan gelar Dr. H.C. dalam bidang Fiqih Ushul Fiqh,” pungkas beliau dalam sambutannya. (Rep. Fajri/Red. Harly)

Baca juga:  Tolak Omnibus Law, Rakyat Jawa Tengah Melawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here