Apa Kabar Kuliah Daring?

0
327
Kredit Infografis: Haidar

Semarang, Justisia.com – Semenjak Virus Korona ditetapkan dengan status sebagai pandemi global, berbagai pihak termasuk Perguran Tinggi mengambil kebijakan dengan mencoba adaptasi di sana sini.

Di bagian perpustakaan misalnya, pelayanan tetap ada namun hanya bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir atau skripsi. Di tingkat fakultas, layanan akademik ditiadakan sementara, kecuali sidang skripsi. Itu pun juga dibatasi, yakni melalui media daring dan sambungan panggilan. Antara penguji dengan peserta ujian.

Sementara kegiatan belajar mengajar resmi diganti dari yang tatap muka menjadi jarak jauh dengan layanan berbagai aplikasi yang bisa diakses secara daring.

Terkait layanan yang digunakan, pimpinan kampus tidak mewajibkan antara satu dosen dengan dosen yang lain harus seragam dalam memilih aplikasi atau layanan daring tertentu dalam melakukan kuliah daring.

Sejak Senin 16 Maret 2020 melalui Surat Edaran bernomor B-1630/Un.10.0/R/HM.00/03/2020 yang ditandatangani oleh Rektor Imam Taufiq, seluruh aktivitas belajar mengajar harus dialihkan ke mode daring.

Namun demikian, seiring berjalannya kegiatan perkuliahan yang dilakukan secara daring, beragam respon bermunculan dari kalangan mahasiswa.

Baca juga:  Anggaran Kegiatan Mahasiswa FSH UIN Walisongo Tahun Anggaran 2017

Tim Litbang Justisia kemudian melakukan jajak pendapat dari mahasiswa di lingkungan Fakultas Syariah dan Hukum dari berbagai angkatan, yang dilakukan mulai 15 Maret hingga 31 Maret 2020 dan terkumpul sebanyak 200 responden. Berikut hasilnya.

Cek juga infografis lain dari LPM Justisia di kanal Instagram LPM Justisia, klik di sini. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here