Antara Peribahasa dan Pemuda

0
160

Aku sedang sibuk, mohon mengerti
Sibuk, berdiskusi dengan diri sendiri
Bercengkrama tanpa suara, penuh delusi
Pikiran sedang kacau, butuh imunisasi
Jangan tanya hati, telah lama ia mati

Apa yang kau risaukan, sayang?
Kau bertanya lembut, tadi siang
Aku hanya didera bingung, melintang
Tak sejajar polanya, kembali mengerang
Ini bukan perkara besar, sayang
Hanya saja aku bimbang

Kau pernah dengar, kan?
Peribahasa punguk merindukan bulan
Apa salah punguk terlalu rendah sejajar rumput taman,
Hingga tak mampu menjangkau bulan
Ataukah, salah bulan terlalu menjulang
Hingga tak mampu digapaikan
Aku terus bertanya hingga kutemukan jawaban

Jangan bilang ini omong kosong, sayangku tercinta
Aku tak main-main, ini perkara urgensi, ku mohon percaya
Menyangkut atma para pemuda yang sakit jiwa
Mengharapkan hati yang takkan dimiliki selamanya
Mengorbankan seluruh hidupnya demi cinta, sia-sia

Jika pungguk yang salah, mestilah ia mencari cara
Agar mampu terbang menuju bulannya tercinta
Tapi, itu jika ia memang mau berusaha
Tiada hasil tanpa penggadaikan usaha
Selalu ada yang ditinggalkan untuk tercapai impian lama

Baca juga:  Sarapan Pagi

Jika bulan yang bersalah, dalam kasus ini
Sudilah sekiranya ia menunduk, sedikit lagi
Agar jarak itu tak terlalu jauh, untuk dilalui
Tapi itu, jika bulan pun punya rasa yang menanti

Lalu, di mana korelasinya
Kau kembali bertanya, berbinar sekali mata
Menagih sebuah jawaban, biasa
Manusia memang diciptakan banyak tanya
Bahkan perkara sampah, sama saja

Takkah kau temukan kolerasi, antara peribahasa
Dengan para pemuda yang menderita
Terus menggaungkan, aku terluka, aku cinta, aku suka
Berharap pada gadis yang dipuja
Lalu, berkata ” ia terlalu tinggi untuk ku miliki”, merana
Saat harapan berujung kecewa

Aku hanya mencoba menginterpretasi saja
Mengkiaskan mereka dengan pungguk yang rodra
Menempatkan diri pada posisi tak berdaya,
Seolah para gadis itu lah penjahatnya
Nyatanya, merekalah yang bodoh, tentu saja
Berharap namun enggan berusaha

Penulis: Hafidzaturrahmi, mahasantriwati semester 5 Mahad Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai Kalimantan Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here