Aksi GERAM Berujung Tragedi

0
218

Semarang, justisia.com-Demonstran yang tergabung dalam aksi GERAM (Gerakan Rakyat Menggugat) gelar aksi untuk gagalkan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, Rabu (07/10/2020).

Tampak masih ramai depan Gubernuran sore hari meskipun mobil orator sudah dibawa pergi.

“Ojo balek sebelum menang!”, seru salah satu demonstran yang masih bersemangat karena merasa masih banyak aliansi mahasiwa dan buruh yang meramaikan aksi.

“Masuk masuk. Langsung masuk.”, disusul seruan lainnya untuk mengajak demonstran menyeruduk Kantor Gubernur yang kemudian diaminkan oleh demonstran lainnya.

Satu demi satu seruan yang akhirnya menjadi provokasi ini mendadak menjadi tidak terkendali.

Selain menyeru, demonstran juga melempari botol sampah, serpihan kaca hingga batu ke arah dalam Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Usaha usaha itu yang akhirnya menjadi pemanas suasana. 

Hingga akhirnya aparat menyiram demonstran barisan depan dengan water canon dan barisan yang jauh dilempari gas air mata. Kemudian disusul dengan agenda sweeping oleh aparat.

Akibat aksi tersebut, perwakilan dari polri memperingatkan agar masa aksi tolak omnibus law cipta kerja untuk tetap kondusif, supaya tidak sampai terjadi jekacauan lebih parah

Baca juga:  Protokol Kesehatan Nomor 2, Aspirasi Nomor 1

Reporter: Selma, Maulana
Penulis: Selma, Maulana
Editor: Sonia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here