7 Tahun Menemani, Kedai Ongklok Sekuter Pamit

0
365
Kredit foto: Justisia.com

Semarang, Justisia.com – Salah seorang penjaja makanan dan minuman di kantin Kopma (baca: Koperasi Mahasiswa) yang terletak di Kampus 3 UIN Walisongo Semarang membagikan unggahan via jendela Instastory tentang dirinya yang secara tidak langsung berpamitan dikarenakan sudah tidak berjualan di kantin Kopma tersebut, Jumat (18/9/20).

Hal itu dibenarkan oleh pemilik akun Instagram yang bernama farid_hidayat21 setelah Kru Justisia.com mengkonfirmasi berita tersebut dengan aplikasi pesan singkat Whatsapp.

Pria yang bernama asli Farid Hidayat mengatakan bahwa faktor dari pembangunan infrastruktur kampus memaksa dirinya serta rekan-rekan lainnya yang berjualan di kantin Kopma untuk pindah dan tidak berjualan kembali.

“Kalo kebijakan kampus kurang tau mas, soale kantin itu yang ngelola Kopma, sedangkan Kopma itu kena gusuran, jadi saya selaku pengelola kantin Kopma ikut kegusur juga mas,” ujar pemilik Kedai Ongklok Sekuter saat diwawancarai.

Terkait penggusuran kantin Kopma yang ia dan rekan-rekannya sewa, Farid menuturkan hanya menerima pemberitahuan melalui pihak Kopma saja. “Tidak secara langsung dari kampus kalau mau ada penggusuran tanggal 8 [September] kemarin,” sambungnya menjelaskan.

Baca juga:  Kiai Berpolitik, Antara Mewarnai dan Diwarnai

“Suruh pada berhenti [berjualan],” tambah Farid lagi.

Farid sendiri, dengan adanya imbauan ini, sekaligus memutuskan tidak melanjutkan kontraknya di kantin tempat ia berjualan selama 7 tahun terakhir.

Unggahan tersebut pun segera menuai sejumlah respon dari mahasiswa UIN Walisongo yang merasa kehilangan dan memiliki kenangan tersendiri dengan kantin tersebut.

Suwun ya mas, wes gawe wareg cah-cah sing kelaparan,” ujar akun choirul_hasri.

“Makasih ya mas farid_hidayat21 karena selama ini karena berkat jasa kedaimu perut kami bisa terisi dan terhindar dari busung lapar. Ya walaupun ga sampe selese di kampus hijau, tapi kenangan nasi tempur hijaumu selalu terniang hingga saat ini. Rasa ku ingin menikmatinya lagi apalagi ditambah lauk telur penyet ditambah minum es teh yang menyegarkan dahaga. Kedai ongklok sekuter emang joss,” komentar dari akun scootergraph_92.

Pria asal Wonosobo tersebut memberitahukan bahwa sudah 7 tahun dirinya berjualan di kantin Kopma UIN Walisongo tepatnya sejak tanggal 2 september 2013.

Selain itu, pria yang akrab dipanggil mas Farid juga berjualan roti bakar yang ia beri nama Roti Bakar Sekuter21.

Baca juga:  Satpam : Pencopotan Spanduk Perintah Wakil Rektor II UIN Walisongo

Hingga kini, Farid telah mempunyai 11 cabang Roti Bakar Sekuter21 di berbagai daerah yang ada di Semarang. Di antaranya, ada 2 cabang di Ngaliyan, Gatot Subroto terdapat 1, Kedungpane ada 1, 3 di Beringin, 2 di Mijen, serta 2 di Jatisari.

Terkait usaha roti bakar tersebut sudah dirintis sejak tahun 2015 dan kedepannya akan membuka cabang yang ke-12 di kawasan Krapyak, Kota Semarang.

Sementara pemberian nama “Sekuter21”, merupakan singkatan dari sebuah doa yang ia sematkan, yang artinya “SEmakin laKU TERus” dan angka 21 merupakan tambahannya.

Dalam akhir pembicaraan, pria berusia 28 tahun tersebut membagikan pesan bahwa, “sebenere apapun usahanya yang penting tujuan pasti aja, biar apapun jalannya bisa terus diterjang,” ujarnya.

Reporter: Musyafa
Penulis: Musyafa
Editor: Apip

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here