Justisia.com – Wakil Rektor III Suparman Syukur siap jadi garda terdepan menyampaikan masalah TOEFL dan IMKA saat rapat pimpinan Senin (6/05/2019).

Dalam dokumen tuntutan yang ditandatangani oleh Dema UIN Walisongo Priyo Ihsan Aji, Senat Mahasiwa UIN Walisongo Aghisna, PMII Komisariat Walisongo Tegar, HMI Korkom Walisongo Ismail Lutfi, IMM Komisariat Walisongo Syaiful Ridho, KAMMI Komisariat Walisongo Ikhwan Hidayat, dan Wakil Rektor III UIN Walisongo Suparman Syukur.

“Saya tanda tangan dengan para saksi dan disaksikan oleh Allah dan malaikat untuk pasang badan,” tuturnya pasca audiensi di ruang rapat lantai II rektorat Kampus I UIN Walisongo.

Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak dalam domain mengurusi TOEFL dan IMKA. Namun, Suparman siap pasang badan pada rapat pimpinan Senin mendatang.

“Kalau perlu ngotot dalam menyampaikan permasalahan ini. Akan saya lakukan,” tambahnya.

Dosen FUHUM itu memohon doa kepada peserta aksi agar bisa menyampaikan permasalahan ini di rapat pimpinan.

“Semoga saya bisa pasang badan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Rapat senin depan akan dihadiri oleh Rektor, seluruh Wakil Rektor, Dekan Fakultas, dan seluruh KBMW.

Selama aksi berlangsung, hanya ditemui oleh Wakil Rektor III Suparman Syukur sedangkan Rektor UIN Walisongo Muhibbin, Wakil Rektor I Musahadi, dan Wakil Rektor II Imam Taufik berhalangan hadir karena ada acara penutupan di salah satu hotel di Semarang.

Saat kami konfirmasi kepada dua petugas penerima tamu di lantai dua perihal keberadaan tiga pimpinan. Mereka enggan menjawab dan hanya mengatakan sedang sibuk.

“Sedang sibuk lah mas,” tuturnya. (Rep:Rais/Ed:Am)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here