Malang, Justisia.com – Memasuki hari kedua perhelatan PIONIR ke IX di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kontingen UIN Walisongo belum mampu memenangkan medali keduanya.

Hal ini berdampak kepada posisi UIN Walisongo yang turun cukup signifikan dari urutan 15 ke urutan 26 klasemen sementara.

Melalui laman resmi pionir.uin-malang.ac.id UIN Walisongo terpaksa turun 11 tingkat setelah hanya mampu mengumpulkan 1 perak selama dua hari pelaksanaan.

Hal ini dikonfirmasi penyumbang medali pertama bagi kontingen UIN Walisongo, Nova Riyani, yang mengatakan belum ada medali kedua yang didapat kontingen UIN Walisongo.

“Iya mas (baru satu medali),” beber Riyani saat dihubungi via pesan daring, Kamis (18/7/2019).

Selain itu Ketua SEMA UIN Walisongo Aghisna juga mengatakan hal yang serupa bahwa sampai hari kedua UIN Walisongo baru mendapatkan 1 buah medali.

Dengan demikian, untuk sementara UIN Walisongo bercokol di urutan ke 26 bersama IAIN Kudus di urutan ke 27 dengan koleksi 1 medali perunggu, serta kontingen UIN Antasari Banjarmasin yang berada di urutan ke 25 dengan perolehan yang sama, 1 medali perak.

Sementara itu, di puncak klasemen perolehan medali sementara ditempati kontingen UIN Maulana Malik Ibrahim dengan raihan 4 emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Disusul kontingen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung di tempat kedua dan ketiga dengan mengoleksi 4 emas, 2 perak, 1 perunggu bagi UIN Yogya, serta 3 emas, 1 perak, 7 perunggu bagi UIN Bandung. Sedangkan di peringkat buncit masih dihuni kontingen UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang sama sekali belum mendapat medali. (Rep:M2SP6/Ed:A.M)

Reporter: M2SP6
Penulis: M2SP6
Editor: Afif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here