Semarang, Justisia.com – UIN Walisongo Semarang menyediakan kuota 1739 kursi bagi calon mahasiswa pada program Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) tahun 2019. Hal ini seperti yang dirilis oleh Panitia Pelaksana SPAN-PTKIN melalui lamannya span-ptkin.ac.id , di mana jumlah tersebut terdiri dari 26 jurusan dari enam fakultas.

Hal ini mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan dengan tahun 2018 di mana catatan Suara Merdeka menyebutkan UIN Walisongo menerima 2778 mahasiswa baru melalui jalur SPAN-PTKIN saja dari total keseluruhan 4105 mahasiswa yang diterima.

Dari laman resmi SPAN-PTKIN, panitia seleksi memberi himbauan bahwa pendaftaran yang semula dilakukan mulai 23 Januari hingga 28 Februari 2019 mendapat perpanjangan waktu sampai 3 Maret 2019.

Program SPAN-PTKIN merupakan satu dari dua seleksi masuk perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama. Di mana setiap peserta tidak perlu melakukan tes tertulis, melainkan cukup membubuhkan nilai rapor dari semester 1-6 serta bukti prestasi yang cukup selama di SMA/MA/SMK.

Program lain yang juga diselenggarakan oleh Kemenag adalah Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN). Namun seleksi melalui jalur UM-PTKIN menuntut setiap peserta melalukan tes secara tertulis untuk memenuhi standardisasi –yang diterapkan oleh perguruan tinggi masing-masing-  menjadi calon mahasiswa. Serta, melalui jalur ini sedikit atau banyaknya prestasi yang dimiliki peserta tidak menjadi faktor penentu.

Info lebih lengkap mengenai pendaftaran mahasiswa baru di UIN Walisongo bisa mengunjungi laman resmi panitia PMB UIN Walisongo di sini , atau mengunjungi laman resmi panitia SPAN-PTKIN. (Red: J/Ed: FR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here