UIN Walisongo Mengaji: Berguru Kearifan Lokal

0
244
Website | + posts

Semarang, justisia.com-UKM JQH menggelar UIN Walisongo Mengaji pada Rabu malam (16/10) di Lapangan utama kampus 3 UIN Walisongo Semarang.

Acara ini bertemakan “Syiar Islam dalam Melestarikan Budaya dan Kearifan Lokal Walisongo”. Tema ini menggambarkan keinginan berguru pada para Walisongo atas kearifan lokal yang telah diterapkan.

UIN Walisongo Mengaji ini merupakan bagian dari serangkaian acara Semarang Miladiyah ke-25 UKM JQH, yang telah dipersiapkan sejak bulan Mei lalu.

Sebelumnya JQH mengundang Gus Muwafiq yang berhalangan hadir dan kemudian digantikan oleh Habib Ahmad dan K.H. Budi Harjono.

“Semoga acaranya lancar dan memberikan wawasan kepada mahasiswa-mahasiswa terlebih untuk meningkatkan ketaqwaan pada Tuhan yang Maha Esa,” ujar Muhammad Zaidul Mubarok selaku ketua JQH FEBI UIN Walisongo.

Acara ini menarik perhatian mahasiswa UIN Walisongo seperti Puji, mahasiswa jurusan Hukum Ekonomi Syariah.

“Saya tertarik, temen saya juga banyak yang ikut. Apalagi ini kan Universitas Islam Negeri jadi bagus buat acara-acara seperti ini,” ujarnya.

Selain mahasiswa UIN Walisongo, acara ini juga dihadiri mahasiswa UKM Rebana UNNES seperti Fita dan Fatimah.

“Pengin dapat syafaat kanjeng nabi,” ujar mahasiswa PGSD UNNES tersebut.

Reporter: Popo, Sabil, Nilzam
Penulis: Popo, Sabil
Editor: Harly

Baca juga:  Cak Nif: Mindset Berasal dari Dominasi Referensi yang Dibaca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here