UIN Walisongo dan Kemenaker RI Sepakat Tangani BLK Komunitas

0
173
Rektor UIN Walisongo, Prof Dr H Imam Taufiq MAg menandatangani nota kesepahaman dengan Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenaker RI, Bambang Satrio Lelono, Senin (30/12/2019). / Foto: Humas UIN Walisongo
Website | + posts

Justisia.com, Kendal – Kementerian Ketenagakerjaan RI gandeng UIN Walisongo Semarang untuk menangani Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas. Rektor UIN Walisongo, Imam Taufiq menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenaker RI, Bambang Satrio Lelono.

MoU ini dilakukan bersamaan dengan kunjungan Presiden Jokowi dalam rangka peresmian BLK Komunitas se-Indonesia di Ponpes Al Fadlu wal Fadhilah 2 Kendal, Senin (30/12/2019).

Sebelumnya, Imam Taufiq telah bertemu secara langsung dengan Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah bersama mitra-mitra strategis Kemenaker RI untuk menyamakan gagasan dan ide strategis pentingnya perguruan tinggi keagamaan terlibat dalam BLK Komunitas.

“Perkembangan dunia yang sangat cepat menuntut antisipasi dan persiapan semua pihak, terutama dunia pendidikan dan generasi muda,” kata Imam Taufiq.

Untuk menghadapi perubahan yang kian komplek, lanjutnya, perlu dipersiapkan peningkatan kompetensi skill dan ketrampilan melalui BLK Komunitas.

UIN Walisongo saatnya harus berkontribusi lebih dengan cara memberikan potensi yang dimilikinya untuk masyarakat luas. Di kampus ini sudah memiliki 47 Prodi yang beragam, ada Teknik Infomatika, Gizi, Ekonomi Bisnis Islam, dan lain-lain.

“Saya pikir bisa didedikasikan untuk pengelolaan SDM demi penguatan dan pengelolaan BLK Komunitas kerjasama Kemenaker ini,” tegas Guru Besar Tafsir ini.

Imam meyakini bahwa UIN Walisongo sudah sangat berpengalaman dalam program-program kemasyarakatan dan komunitas. Misalnya UIN Walisongo mempunyai desa binaan, pesantren binaan, santri binaan, madrasah binaan, dan model-model empowering society yang sudah cukup jadi rujukan dalam pengelolaan masyarakat. “Kampus kita memiliki peran lebih dari hal ini,” ungkap pria yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Besongo.

Inti dari BLK Komunitas adalah penguatan kemampuan dan skill para pemuda, santri, the seeker of job lainnya di seluruh penjuru Indonesia, yang saat ini jumlahnya 1113. Dan tahun 2020 akan ditambah 2000 lagi. “Karena itu, ini peluang besar bagi keluarga UIN untuk mendarmabaktikan dan menciptakan masyarakat yang lebih unggul sesuai dengan visi pemerintah.

UIN Walisongo bersyukur digandeng bersama 12 perusahaan besar, LSM, profesional, seperti perbankan BNI, BRI, Sampoerna, dan lainnya. Hanya ada tiga perguruan tinggi dan satu-satunya PTKIN yang digandeng adalah UIN Walisongo Semarang.

“Kita patut mengapreseasi. Mudah-mudahan tindak lanjutnya tereksekusi dengan baik,” pungkas Imam Taufiq. (J/07)

Baca juga:  Hand Sanitizer UIN Walisongo untuk Siapa?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here