Keluarga Besar Mahasiswa Walisongo (KBMW) akan gelar aksi “Hapus SK Rektor No. Un.10.0/R/PP.00.9/754/2016” di Kampus 1 UIN Walisongo, Kamis 02 Mei 2019.

Koordinator Aksi Aghisna membenarkan aksi tersebut saat dihubungi reporter justisia.com, Selasa (01/05/2019)

“Jadi, besok di kampus 1,” tuturnya.

Aksi ini buntut dari buntunya audiensi antara KBMW dengan Wakil Rektor 1 Musahadi. Jalur tersebut hanya menyepakati penambahan kuota kelas tes, publikasi surat keputusan (SK) rektor, dan pengajuan percepatan TOEFL dan IMKA bagi mahasiswa yang telah selesai skripsinya. Namun kesepakatan audiensi itu tidak terealisasi.

“Publikasi SK Rektor belum terealisasi, surat rekomendasi tak jelas peraturannya, dan penambahan kelas tidak bisa diakses dengan baik,” jelasnya dalam pres release yang diterima redaksi justisia.com.

Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum Rozak, menanggapi bahwa aksi ini bentuk kekecewaan terhadap inkonsistensi penyelenggara TOEFL/IMKA.
“PPB belum siap mengadakan jadi sistem registrasi semrawut. Dugaan jual beli kursi juga pernah saya dengar,” katanya.

Senada dengan Rozak, mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Meliana, bahwa mahasiswa yang tertindas wajar melakukan aksi tersebut.

“Seharusnya PPB segera memperbaiki sistem, seperti walisiadik,” ungakapnya.

KBMW juga menuliskan tujuh tuntutan kepada pihak rektorat dalam aksi tersebut, antara lain.

  1. Jadikan kelulusan mata kuliah PIB sebagai prasyarat tes TOEFL/IMKA
  2. Pertegas peraturan rekomendasi percepatan tes TOEFL/IMKA
  3. Penambahan SDM PPB yang representative
  4. Ganti Kepala PPB
  5. Penambahan kuota tes TOEFL/IMKA minimal 10 kelas.
  6. Transparansi aliran dana pendaftaran
  7. Memberikan simulasi ujian gratis.

Hingga berita ini turun, reporter justisia.com meminta konfirmasi kepada pihak rektorat terkait aksi tersebut namun belum ada jawaban. (Rep:Rais/Ed:Am)

Ralat: 1. “SK Rektor No. Un.10.0/R/PP.00.9/754/2019″ seharusnya ”
SK Rektor No. Un.10.0/R/PP.00.9/754/2016″. 2.
“KBMW juga menuliskan lima tuntutan” seharusnya ”
KBMW juga menuliskan tujuh tuntutan ”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here