Srimulat, grup lawak kenamaan yang tidak lekang dimakan panas dan tidak lapuk dimakan hujan. Bukan sesumbar ataupun congkak. Memang harumlah nama Srimulat bagai Harum The Beatles di Britania Raya.

Sosok Kho Tjien Tion atau lebih dikenal dengan nama Teguh Slamet Rahardjo, adalah sosok di balik nama besar Srimulat. Pria kelahiran Klaten 8 Agustus 1926 ini adalah seniman yang lahir dan semakin besar berkat seni rakyat.

Masa kecil Teguh dihabiskan untuk membantu ayahnya di percetakan. Di tempat ini pula Teguh bertemu beberapa kawannya yang pada akhirnya mereka membentuk sebuah perkumpulan musik keroncong. Lambat laun nama Teguh melang-lang buana dalam berbagai perkumpulan musik. Penjelajahan karirnya juga mengantarkan Teguh untuk bertemu sang tambatan hati. Di purwodadi dalam pementasan Bunga mawar tepatnya, Teguh bertemu Raden Ajeng Srimulat. Meminjam istilah anak muda zaman sekarang, akibat seringanya bersama terjadilah cinta lokasi. Teguh dan Srimulat Akhirnya menikah dan memulai karir bersama mendirikan Gema Malam Srimulat. Benarlah nama perkumpulan tersebut diambil dari nama Istri Teguh Slamet Rahardjo.

Srimulat bisa dikatakan satu-satunya grup lawak yang mampu bertahan di tengah gelombang pasang surut dunia hiburan saat itu. Beberapa kali mengalami perombakan personil tidak jadi masalah untuk Srimulat tetap eksis dalam dunia tersebut.

Dalam perjalanannya Srimulat juga mendirikan cabang-cabangnya di kota besar seperti Surabaya, Semarang, Surakarta dan Jakarta. Ketika era millennium dan stasiun televisi mulai bermunculan, di titik itulah awal redupnya sinar Srimulat dalam kancah Hiburan.

Setelah resmi dibubarkannya Srimulat, para personilnya mulai menitih karir secara individu. Beberapa berhasil dan tetap eksis pada acara-acara stasiun televisi, namun tanpa membawa bendera Srimulat.

Tidak dapat dipungkiri memang dunia layar kaca adalah dunia yang sangat menggiurkan. Banyak dikenal orang dan serba berkecukupan. Bisa jadi hidup seorang pekerja hiburan seperti narasi Zainudin dalam Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk. Bermandikan emas berlian dan bersayapkan uang. Sering kali motif seseorang ingin menjadi artis adalah faktor betapa menggiurkannya harta yang akan mereka dapat. Padahal tidak sedikit pula dari kalangan artis yang nyatanya tidak kaya-kaya sekali, bahkan tidak sedikit pula yang jatuh dan tenggelam miskin kemudian bak hilang ditelan angin.

Industri hiburan apapun adalah industri yang cukup keras. Jadwal yang padat, berangkat pagi pulang pagi sampai waktu istirahat yang terbengkalai. Bagai sapi perah, manusia-manusia yang terjun dalam entertain dituntut untuk selalu prima. Khalayak tidak mau tahu bagaimana kondisi mereka saat di balik layar. Hal semacam inilah yang ternafikan oleh kita.

Tekanan yang berat pastinya akan membuat seseorang mencari pelampiasan. Yang sering terjadi padahal itu salah adalah melampiaskannya dengan narkoba. Telinga rasanya sudah tidak kaget jika pagi-pagi menyalakan televisi kemudian mendengar kabar artis x terkena skandal nakoba. Karena memang sudah banyak.

Hal ini tidak luput juga dialami oleh beberapa personil grup lawak Srimulat. Mulai tahun 2000 hingga 2014 ada empat personil yang terjerat narkoba: Doyok, Polo, Gogon, Tessy dan yang mengejutkan publik baru-baru ini adalah Nunung. Ternyata 2019 adalah babak baru bertambahnya personil Srimulat dalam lingkaran Narkoba.

Perempuan kelahiran Solo tersebut ditangkap di rumhanya oleh pihak kepolisian Polda Metro Jaya karena kedapatan menggunakan sabu-sabu pada jumat (19/7/2019) kemarin. Banyak yang menyayangkan atas kejadian ini. Sosok dengan nama asli Tri Retno Prayudati adalah panutan bagi banyak orang. Memang nasib tidak dapat ditolak. Semua sudah terlanjur terjadi. Terpaksa Nama besar Srimulat kembali tercoreng.

Mengutip dari Artikel Sindonews.com (05/01/2018), banyak artis yang lupa dengan kewajiban moral yang diembannya sebgai publik figur. Dengan mengkonsumsi narkoba mereka bisa menyingkirkan sejenak penat yang ada dalam hidupnya. Namun dengan berbagai alasan mengkonsumsi narkoba adalah perbuatan yang dliarang hukum. Konsekuensinya mereka harus berhadapan dengan bui atau rehabilitasi.

Candu narkoba sejatinya adalah fana, namun candu Indomie adalah kenyang dan nikmat yang sungguh nyata. Selerakuuuuuu.

Penulis: M. Rifqi A.

Editor: Afif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here