Justisia.com – Setelah dua jam proses sidang penentuan TOEFL-IMKA Rektor UIN Walisongo Muhibbin mengumumkan hasil sidang yang diikuti Wakil Rektor I Musahadi, Wakil Rektor II Imam Taufik, Wakil Rektor III Suparman Syukur bersama dekan dari kedelapan fakultas dan tujuh orang dari perwakilan mahasiswa, Senin (6/5/2019).

Ia mengungkapkan bahwa mahasiswa dengan kualifikasi angkatan 2012, 2013, 2014, dan 2015 akan dibuatkan kelas khusus.

“Mulai Senin (13/5/2019) akan dibuka kelas baru 80 kursi. Masing-masing 40 pagi, 40 siang. Ini dikhususkan untuk para mahasiswa ber-NIM lama (2012-2015),” ungkap Muhibbin di hadapan peserta aksi.

Pembukaan kelas khusus ini adalah sama sekali baru. Dengan artian merupakan “kelas luar” yang tidak termasuk kelas ujian reguler yang dibuka pendaftarannya pada tanggal 26 di setiap bulannya.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua Sema Aghisna yang mengikuti prosesi sidang. Bahwa tidak ada ketentuan dari hasil putusan sidang untuk mencabut SK Rektor No. Un 10.0/R/PP.00.9/754/2016 tentang TOEFL dan IMKA.

“Tidak ada pencabutan SK Rektor. Hanya pembuatan kelas baru untuk penambahan kuota ujian,” ujarnya.

Wakil Rektor III bagian Kemahasiswaan dan Kerjasama Suparman Syukur juga mengungkapkan bahwa hal-ikhwal terkait peraturan ujian TOEFL-IMKA baru yang termuat dalam SK Rektor No. Un 10.0/R/PP.00.9/754/2016 tidak akan diganti.

“Tidak mas. Tidak akan diganti. SK tetap pakai yang ini (yang tidak menyaratkan kewajiban lulus mata kuliah PIB untuk ujian TOEFL-IMKA),” ujarnya pasca pengumuman hasil sidang di depan Ruang Sidang Rektorat lantai II Kampus 1 UIN Walisongo, Senin (6/5/2019). (Rep:Am/Red:Mf).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here