Shinta Nurriyah: Puasa Padamkan Api Ujaran Kebencian

0
129
Suasana kegiatan buka bersama dengan Bu Shinta Nurriyah. (Foto: Dokumentasi Justisia)

Semarang, justisia.com– Shinta Nurriyah atau akrab disapa Bu Shinta pada hari Jum’at (18/05) berkunjung ke PT Sango Ceramics dalam rangka bersilaturahmi sekaligus buka puasa bersama dengan para karyawan serta warga di Mangkang, Semarang.

Kegiatan seperti ini menurut beliau sudah mulai dijadwalkan sekitar 3 bulan sebelumnya karena 1 tahun sebelum Ramadhan sudah banyak permintaan kepada beliau.

Sapto Hidayat, selaku pimpinan PT Sango Ceramics memberikan keterangan bahwa kunjungan Bu Sinta memang sudah menjadi agenda tiap tahunnya.

“Bu Shinta berkenan untuk datang tiap tahun. Sudah sekitar 13 tahun. Dulu pas Bu Shinta berhalangan, Gus Yusuf yang ngisi,” ucapnya.

Tujuan kegiatan ini menurut Sapto adalah untuk menyambung tali silaturahmi baik kepada warga maupun kepada para karyawan.

“Namanya juga kita sering bertatap muka, sering silaturahmi, kita ada ikatan sesuatu perasaan emosional atasan sama bawahan tidak ada sekat yang terlalu tinggi,” tambahnya.

Dalam kunjungannya, Bu Shinta menyapa dengan hangat diiringi candaan-candaan segar khas Gus Dur yang beliau sampaikan agar lebih akrab kepada para karyawan dan warga yang turut hadir sekaligus berbagi pengalaman.

Tak lupa Bu Shinta memberikan tausiyah berkaitan dengan tujuan berpuasa. Mengutip dari hadist Nabi, beliau mengimbau agar semua yang hadir menjalankan puasa dengan sebaik-baiknya.

“Tapi yang penting saya juga mengingatkan kepada semuanya apakah puasanya sudah dilakukan dengan benar apa belum. Karena rasulullah saw pernah bersabda banyak orang berpuasa tetapi tidak mendapatkan pahala apa-apa kecuali lapar dan dahaga. Ini sebabnya apa? Karena belum bisa menjalankannya dengan sebaik-baiknya,” tutur Istri Presiden keempat RI tersebut.

Beliau menyampaikan bahwa puasa mengajarkan kepada kita pada akhlak dan budi pekerti luhur yang berfungsi sebagai tameng untuk melawan ujaran-ujaran kebencian.

“Saat ini (ajaran puasa) sangat dibutuhkan. Karena itu, semuanya yang berpuasa harus bisa melaksanakan puasanya dan mengamalkan apa yang diajarkan oleh puasa dalam kehidupan sehari-hari karena ini semua akan menjadi tanggungan untuk menghadapi virus-virus kebencian yang merajalela di hati para insan-insan Indonesia. Apalagi karena kita baru saja mengadakan pemilu,” ujarnya.

Sebelum menutup, Bu Shinta mengajak kepada hadirin untuk terus membentengi diri dengan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam puasa serta merekatkan tali persaudaraan.

“Marilah kita bentengi diri kita dengan apa yang diajarkan pada bulan puasa kepada kita. Kita rangkul saudara-saudara kita. Itu (ujaran-ujaran kebencian) tidak akan terjadi kalau kita saling bergandengan tangan dan saling beruluran tangan karena bagaimapaun kita adalah satu. Satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa,” pungkasnya.

Kemudian kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa yang dilanjutkan dengan syiir Abu Nawas yang menjadi syiir munajat Gus Dur. (Lip: Har/Muk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here