Diikuti dari berbagai delegasi Senat Mahsiswa PTKIN di Masjid Agung Jawa Tengah mendeklarasikan diri sebagai pemuda anti radikalisme.

Kegiatan tersebut adalah serangkain acara dalam Silaturahmi Nasional yang telah berlangsung sejak hari Senin (16/09) di kampus UIN Walisongo Semarang.

Deklarasi dilakukan atas dasar sering munculnya sikap-sikap radikalisme yang dilakukan oleh berbagai pihak baik dalam persoalan agama maupun politik praktis. Selain itu, hal ini juga ejawantah sikap yang diambil oleh SEMA PTKIN Nasional untuk berkontribusi menjaga ketentraman, keamanan dan kenyamanan keberlangsungan kehidupan Bangsa dan Bernegara.

Seperti diketahui bahwa SEMA PTKIN Nasional adalah forum silaturahmi antar lembaga Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri yang baru terbentuk hasil keputusan Silaturahmi Nasional SEMA PTKIN se-Indonesia di kampus UIN Walisongo Semarang.

Selain itu juga deklarasi juga menolak segala bentuk kekerasan dan rasisma tumbuh dan berkembang di Negara Indonesia. Melihat beberapa waktu lalu, kekerasan dan rasisme menjadikan atmosfir yang tidak stabil akibat konflik yang melibatkan masyarakat Papua.

Deklarasi ini sepenuhnya mengharapkan untuk setiap siapapun untuk selalu mengedepankan ke-Bhinneka Tuggal Ika, sebagai Bangsa yang Berketuhanan Yang Maha Esa dan Negara yang terdiri dari banyak suku serta ras.

“Kami mahasiwa SEMA PTKIN Nasional menolak segala bentuk kekerasan, rasisme dan radikalisme tumbuh dan berkembang di Negara Indonesia. Hidup Mahasiswa”, tutur Ketua Umum terpilih, Aghisna Bidikrikal Hasan, dalam memimpin deklarasi tersebut.

Deklarasi sengaja dilakukan di Masjid Agung Jawa Tengah, selain karena ikon dari Kota Semarang selaku tuan rumah Silaturahmi Nasional, juga sebagai simbol keramahan dalam hidup karena disana adalah tempat beribadah.

Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here