Secara Sepihak Tambakrejo Akhirnya Digusur

0
1065
Situasi pasca penggusuran. Sejumlah mahasiswa, aktivis, dan warga terdampak belum merelakan rumahnya digusur. (Foto: Yusuf/Justisia)

Justisia.com – Pemukiman warga yang ada di Tambakrejo resmi digusur, Kamis (9/5/2019). Penggusuran dilakukan secara sepihak oleh pemerintah Kota Semarang.

Hal ini tentunya melanggar kesepakatan yang telah dilakukan dalam Perjanjian Mediasi antara warga Tambakrejo dengan Pemkot Semarang dan BBWS Pemali-Juana, yang disaksikan oleh Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) warga Tambakrejo tidak akan dipindahkan sebelum lahan tempat tinggal sementara selesai dibangun.

Terkait kesiapan tempat relokasi warga terdampak penggusuran sampai berita ini dimuat Justisia.com belum bisa mengonfirmasi pihak terkait dalam hal ini pemerintah Kota Semarang selaku penyedia tempat relokasi. Mengingat kondisi di lapangan yang tidak memungkinkan.

Namun, data terakhir yang didapat Justisia.com dari press release LBH Semarang pada Jumat (3/5/2019) menyebutkan bahwa prosentase kesiapan tempat relokasi warga terdampak penggusuran yang rencananya ditempatkan di Kali Banger baru mencapai 40 persen dari 100 persen.

Sebelumnya penggusuran dijadwalkan pada hari Senin (6/5/2019) tiga hari lalu. Namun pemerintah melakukan pengunduran penggusuran karena diduga menghindari banyaknya massa yang akan datang.

Salah seorang warga yang terkena gusur Yuli mengatakan kepada Justisia.com bahwa warga merasa dibohongi atas pengunduran tersebut.

“Warga yang pada hari Senin telah bersiap menghadapi pembongkaran petugas merasa dibohongi,” ungkap Yuli yang ditemani tetangga saat ditemui.

Adalah ratusan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat. Pol. PP) Kota Semarang yang melakukan eksekusi.

Penggusuran dilakukan sebagai tindak lanjut rencana penggusuran yang sempat akan dilakukan pada Jumat (3/5/2019). Namun gagal karena proses dialog yang dihadiri warga Tambakrejo dengan Pemkot Semarang dan BBWS Pemali-Juana yang juga disaksikan oleh Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menghendaki untuk tidak dilakukan penggusuran sebelum tempat relokasi jadi 100 persen.

Menurut Yuli, warga hanya diberi waktu 3 hari mulai Senin (6/5/2019) untuk berkemas dan mempersiapkan diri sebelum pembongkaran.

“Kami hanya diberi waktu 3 hari untuk berkemas dan mempersiapkan diri sebelum pembongkaran,” ujarnya.

Menurut ibu yang sudah tinggal 12 tahun di Tambakrejo ini, pada Rabu malam (8/5/2019) pemerintah baru memberi pemberitahuan kepada warga Tambakrejo bahwa hari ini, Kamis (9/5/2019) akan dilaksanakan penggusuran.

“Tadi malam Pak RT (Rohmadi), beliau ditemui tamu yang tidak dikenal lalu memberitahu bahwa besok (Kamis (9/5/2019)) ada penggusuran,” terang perempuan yang juga sebagai Ibu rumah tangga tersebut yang hanya bisa terdiam saat menyaksikan pembongkaran rumahnya.

Hal serupa juga dibenarkan oleh warga yang melihat pembongkaran, Ciput.

“Iya benar itu mas,” jawabnya singkat.

Dengan waktu 3 hari warga belum siap untuk digusur karena terlalu singkat dan warga belum sempat menyelamatkan barang-barang ataupun bahan bangunan yang sekiranya bisa dimanfaatkan.

Hal ini dinyatakan sendiri oleh Indah dan Aris yang ditemui di kolong jalan Arteri Pelabuhan Tanjung Mas bersama keluarga.

Menurut warga lainnya, Rumanto, penggusuran yang dilakukan hari ini, Kamis (9/5/2019) tidak dihadiri oleh pihak kelurahan maupun kecamatan. Saat ditanya perihal kehadiran para pejabat terkait, Satpol PP tidak memberi tanggapan sama sekali dan memilih untuk diam.

Dan kabar terakhir pada hari ini, Kamis (9/5/2019) pukul 11.50 siang hanya tersisa dua rumah yang masih berdiri dan belum dilakukan penggusuran. (Rep:PMS,Yusuf/Red:Am)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here