Semarang, Justisia.com – Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional 2019 yang akan jatuh pada 23 Juli mendatang, program Anak Semarang Damai (SEMAI) kembali ajak anak-anak usia 10 hingga 12 tahun untuk belajar keberagaman di Pura Agung Giri Natha Jl. Sumbing No. 12 Gajahmungkur pada Minggu esok (21/7/2019).

Di tahun kedua ini, SEMAI hendak mengenalkan kepada anak-anak mengenai agama Hindu, sejarah, dan tradisinya di Nusantara. Menurut Direktur EIN Institute sekaligus ketua tim riset SEMAI, Ellen Nugroho, hal ini merupakan langkah agar komunitas maupun agama yang dalam tanda kutip minoritas bisa lebih dikenal.

“Sengaja yang kami jadikan tujuan kunjungan adalah komunitas-komunitas religius yang dianggap minoritas, karena mereka jarang diberitakan,” ujar Ellen seperti dikutip dalam Press Release.

“[] kalau kita simak sejarah, riwayat agama Hindu di Nusantara itu sudah tua sekali. Kerajaan Hindu pertama Salakanagara sudah berdiri di Jawa Barat pada abad kedua, lalu ada masa jaya selama era Kerajaan Majapahit sampai abad ke-13. Sejarah yang begitu panjang tentu meninggalkan banyak warisan budaya dan pemikiran bagi kita,” lanjutnya.

Program yang diinisiasi oleh Persaudaraan Lintas Agama (Pelita), EIN Institute, dan Ikatan Karya Hidup Rohani Antar Religius (IKHRAR) Rayon Semarang ini bermaksud untuk menghilangkan stigma yang buruk terhadap relasi kehidupan keberagaman.

“Mumpung masih anak-anak, kita biasakan mereka bertemu dengan yang berbeda. Mereka belajar di dunia ini ada banyak ragam iman, tapi sebetulnya sama-sama mengajarkan kebajikan. Jadi, setelah besar mereka tumbuh jadi pribadi yang toleran dan damai, tanpa kehilangan imannya sendiri tentu saja,” ujar Ketua IKHRAR Rayon Semarang, Heri Irianto. (Rep:A.M/Ed:Sasti)

Reporter : Afif
Penulis : Afif
Editor: Sasti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here