Saat Wisuda, UIN Walisongo Pasang Tarif Ratusan Ribu Per Lapak

0
764
Salah seorang kru magang Justisia sedang melakukan wawancara kepada salah satu pedagang ketika wisuda berlangsung. Foto: Dokumentasi Justisia.

Semarang, Justisia.com – Untuk meresmikan kelulusan para mahasiswa yang telah menempuh masa belajar di universitasnya, UIN Walisongo mengadakan wisuda pada hari ini, Rabu (06/03/2019) di Auditorium 2 kampus 3 UIN Walisongo Semarang.

Wisuda merupakan salah satu momen kehidupan yang ditunggu-tunggu oleh para mahasiswa dan mahasiswi yang telah berjuang menyelesaikan tugas akhir. Momen ini juga waktu yang tepat untuk menjadi ajang berkumpul dengan keluarga.

“Di mana ada gula di situ ada semut”, peribahasa ini menggambarkan bahwa keramaian selalu mengundang pedagang. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya lapak yang berjejer sepanjang jalan, mulai dari depan gedung Perpustakaan Pusat, lapangan FEBI, hingga belakang gedung G kampus 3 UIN Walisongo.

Seperti lazimnya perayaan wisuda, tentu tidak lengkap rasanya tanpa souvenir dan hadiah yang diberikan oleh pihak keluarga, pasangan atau sahabat untuk para wisudawan. Karangan bunga, boneka, karikatur, buket makanan ditata semenarik mungkin untuk memikat pembeli.

Buket bunga biasanya dijual dengan harga beragam, kisaran tiga puluh ribu sampai tujuh puluh ribu rupiah tergantung variasi dan ukuran bunga. Tidak hanya buket dari bunga asli, bunga palsu dari bahan kain dan plastik juga laku terjual.

Naelul, seorang penjual bunga menuturkan bahwa berjualan bunga di saat momen seperti ini mampu menghasilkan keuntungan yang lebih.

“Keuntungan jual bunga lumayan banyak. Soalnya kita cuma nata bunga yang cukup murah kalau kita beli di pengepul,” ujar perempuan yang juga mahasiswi UIN Walisongo tersebut.

Ia juga menambahkan satu buket bunga mampu meraih keuntunngan sepuluh sampai lima belas ribu rupiah. Namun, keuntungan tersebut tidak bisa diprediksi karena penjual semakin banyak dan persaingan yang semakin ketat.

Tidak hanya menjajakan barang, namun di beberapa tempat ada juga stan yang menawarkan jasa, seperti jasa foto dengan latar belakang khas wisuda. Hal ini tentu menjadi pilihan favorit yang dilakukan untuk mengabadikan momen bersejarah.

Baca juga:  Pesona Makam dan Masjid Sunan Sendang Duwur

Tidak perlu jauh-jauh ke studio foto, para fotografer sudah menyediakan spot-spot foto layaknya studio. Dengan harga yang lebih murah daripada studio, tentu saja hal ini menjadi pertimbangan bagi para keluarga yang tidak mau repot-repot mencari studio.

Di balik semua itu, pedagang mengeluhkan tarif yang dipatok oleh Pusat Pengembangan Bisnis UIN Walisongo jika ingin mendirikan lapak di pelataran kampus. Menurut salah satu pedagang yang tidak ingin disebutkan namanya, tarif yang dipatok mencapai Rp. 225.000,00 per lapak.

“Biayanya dua ratus dua puluh lima…,” ujarnya.

Hal ini merugikan pedagang jika dagangan tidak laku dan hanya cukup untuk menutupi biaya lapak. Namun diakui oleh pedagang, pembeli di UIN Walisongo lebih ramai, sehingga mampu menutupi modal yang telah digelontorkan. (Rep:Aisy,Umi/Red:Hrl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here