Semarang, justisia.com-HMJ Ilmu Hukum menyelenggarakan seminar nasional bertema “RUU KUHP Antara Kebutuhan, Tantangan, dan Pergulatan Politiknya” sebagai salah satu rangkaian acara Walisongo Law Fair (WLF).

Bertempat di Audit 2 Kampus 3 UIN Walisongo pada Selasa (5/11), seminar tersebut menghadirkan para narasumber yang berpengalaman pada bidangnya, antara lain Barda Nawawi (Penyusun RKUHP), Achmad Gunaryo (Guru Besar Ilmu Hukum UIN Walisongo Semarang), dan Yosep Parera (Pendiri Rumah Pancasila).

Acara tersebut dibuka dengan sambutan dari Briliyan Erna Wati (Ketua Jurusan Ilmu Hukum), dan Arja Imroni (Dekan Fakultas Syariah dan Hukum).

“Kalau kemarin mahasiswa sudah demonstrasi mempersoalkan RUU KUHP, di sini kita akan mengetahui RUU KUHP dari para pakarnya langsung,” ujar Arja.

Tiara, ketua panitia Walisongo Law Fair (WLF) menyampaikan bahwa seminar bertajuk RUU KUHP ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya mahasiswa, terkait maraknya kontroversi mengenai RUU KUHP di masyarakat, agar masyarakat tidak salah paham dan memperoleh informasi yang tepat mengenai RUU KUHP.

“Ke depannya saya berharap agar WLF selanjutnya berjalan lebih baik dari ini, dan masyarakat juga lebih peka menanggapi isu-isu hukum di Indonesia,” lanjut mahasiswa asal Klaten tersebut.

HMJ Ilmu Hukum juga menggandeng Rumah Pancasila sebagai media partner. Tiara menyampaikan bahwa hal ini berawal dari kunjungan HMJ Ilmu Hukum ke Rumah Pancasila, lalu terpikirkan ide untuk melihat RUU KUHP melalui perspektif ideologi Pancasila.

“RUU KUHP sebenarnya didasarkan pada kasus-kasus konkret yang terjadi di masyarakat, namun masyarakat menyikapinya hanya dari satu sisi, maka munculah banyak kontroversi,” ujar Achmad Gunaryo, salah satu narasumber dalam seminar tersebut.

Reporter: Ike
Penulis: Ike
Editor: Hikmah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here