Semarang, justisia.com-Pembangunan gedung IsDB dinilai molor karena pihak kampus memaksakan penggunaan gedung yang belum siap. Mengenai hal ini langsung ditanggapi oleh pihak kontraktor dan pihak kampus UIN Walisongo.

Proyek ini sudah dimulai dijalankan sejak tahun 2018 dengan estimasi akhir tahun 2019 gedung tersebut rampung dikerjakan.

“Ini nanti per 8 gedung itu kontrak kita per tanggal akhir Desember harus sudah rampung. Jadi otomatis kalo kita serahkan (bangunan) sudah selesai, itu sebenarnya tanggalnya menyesuaikan. kalo bulannya, bulan 12 tahun 2019 jadinya,” terang Sarjono, kepala kesehatan dan keselamatan kerja (K3) proyek tersebut pada Kamis (10/10).

Kenyataannya pada September 2019 gedung perkuliahan Fakultas Syari’ah dan hukum sudah digunakan, tapi infrastruktur jalan dan fasilitas penunjang perkuliahan seperti kursi, proyekrot, AC dan lainnya belum memadai karena dana untuk fasilitas dari kemenag belum turun. Hal ini seperti keterangan rektor UIN Walisongo periode sebelumnya, Muhibbin.

“Cuman kalo mebel, meja, dan kursi perkulihan di gedung-gedung kuliah pembiayanya dari Sarpras Kementrian Agama,” terangnya.

Isu yang muncul di lingkungan kampus mengenai molornya proyek gedung baru ini dijelaskan oleh Mantan rektor UIN Walisongo bahwa tidak ada kendala dari kedua belah pihak, pihak UIN dan pihak kontraktor. Pihak kontraktor sudah menjalankan tugasnya sesuai dengan kontrak.

Mengenai insfrastruktur jalan yang masih proses pembangunan total ditargetkan selesai Maret 2020.

“Kalo kontrak awal kita cuman bangun gedung saja, tapi kalo jalan dan insfrastruktur lainnya dijadwalkan Maret 2020 rampung,” ujar kepala K3 proyek, Sarjono.

Keterangan dari pihak kontraktor sendiri menjelaskan bahwa pihak Adhi Karya sudah sesuai prosedur dan tepat waktu tapi pihak UIN meminta tambahan-tambahan dan perubahan dalam pembangunan, seperti digantinya tulisan Faculty Social and Humanity menjadi Gedung Perkuliahan Ilmu Sosial dan Humaniora di gedung Fakultas Ushuluddin.

Pembangunan jalan yang sedang dibangun untuk akses kendaraan proyek beserta Mushola yang dibangun pekerja proyek dan kantor Adhi Karya nantinya akan diberikan kepada kampus.

Direncanakan bangunan ini akan dijadikan gedung koperasi dan kantin oleh pihak UIN. Pihak Adhi Karya memberikan bantuan secara cuma-cuma jika untuk hal-hal yang berhubungan dengan masalah sosial.

Reporter: Rina, Joe, Pepy
Penulis: Rina, Joe, Pepy
Editor: Harly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here