Justisia.com-Senin (19/08/2019) UIN Walisongo dihebohkan dengan beberapa selebaran yang berisikan tentang keberatan para mahasiswa dengan UKT yang nominalnya terlampau tinggi. Banyak para mahasiswa yang mengeluh dengan besaran UKT ini karena tidak sesuai dengan kemampuan ekonomi mahasiswa.

Di beberapa selebaran, ada beberapa tuntutan dan kecaman selain mengenai besaran UKT yang tinggi, yaitu tuntutan mengenai transparansi UKT.

Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Imam Taufiq M.Ag saat dimintai keterangan mengenai selebaran tersebut mengatakan pihaknya sendiri tidak mengetahui bahwa ada selebaran yang disebarkan oleh pihak misterius tersebut.

Dari semua pihak yang digali informasinya mengenai UKT ini, hampir mengatakan keberatan karena memang benar-benar tidak sesuai dengan keadaan ekonomi, serta fasilitas kampus yang tidak sesuai dengan besaran UKT.

Pihak redaksi menemukan beberapa kasus mahasiswa yang memilih berhenti di kampus UIN Walisongo karena sudah tidak sanggup lagi untuk membayar UKT.

Semoga dengan serangkaian aksi ini menyadarkan kepada semua pihak agar segera memberi jalan terbaik terkait permasalahan ini.

Redaksi

1 KOMENTAR

  1. Ya ngapain juga rektor tahu soal kyak gitu, gak penting juga orang itu juga yg buat siapa gak jelas kok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here