Semarang, Justisia.com – Bertindak sebagai tuan rumah, tim bola voli usia di bawah 18 tahun Indonesia bermain apik sejak hari pertama gelaran ASEAN Schools Games 2019, meski pada akhirnya mesti puas menutup gelaran ASG 2019 dengan capaian medali perak dan perunggu, masing-masing dari tim putra dan putri.

Capaian ini tidak lepas dari kerja keras para pemain, official, serta dukungan dari suporter yang selalu datang memenuhi tribun sejak babak penyisihan hingga partai final. Semakin hari volume dukungan untuk Indonesia terus bertambah banyak. Terlihat dari tribun yang selalu penuh hampir satu jam sebelum pertandingan dimulai.

Pelatih voli putri Indonesia Mardwito Wahid mengaku terkesan dengan dukungan tanpa henti dari suporter yang diberikan kepada tim voli Indonesia.

“Penontonnya luar biasa. Temen-temen Indonesia luar biasa. Terimakasih,” ujar pria yang baru menukangi tim voli putri usia di bawah 18 tahun Indonesia, Selasa (23/7/2019).

Pelatih tim voli putra Odi Hermanto juga merasakan animo yang sama.

“Luar biasa kami disuport dari suporter Indonesia yang sangat-sangat luar biasa. Antusias yang sangat luar biasa untuk bola voli ini makin maju. Animo masyarakat luar biasa mendukung kami,” ungkapnya berterimakasih.

Pencapaian tim voli Indonesia di ASG 2019, katanya, sudah maksimal.

“Target awal kita finalis. Jadi sudah dilampaui. Memang prediksi kita lawan Thailand hasilnya memang seperti ini. Tetep kami syukuri. Anak-anak sudah bermain luar biasa. Memang kondisi Thailand mereka dari tahun kemarin masih kondisi utuh. Sedang notabene pemain kita pemain-pemain baru semua. Mereka sudah menampilkan terbaik,” tambahnya.

Namun, pelatih Odi dan pelatih Mardwito tetap akan melakukan evaluasi permainan dan tim guna menyongsong ASG tahun depan di Filipina.

Manager tim voli putra dan putri Indonesia, Wenny Pangerapan juga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada masyarakat yang telah mendukung tim voli Indonesia.

“Terimakasih kepada masyarakat khususnya Jawa Tengah atas dukungannya. Kami mohon maaf karena hasil yang diberikan hanya bisa medali perak dan perunggu. Mungkin tidak sesuai dengan harapan dari para pendukung tim Indonesia,” ujarnya.

Untuk ASG tahun 2020 di Filipina Wenny berusaha akan melakukan persiapan sedini mungkin.

“InsyaAllah kedepannya kita akan mempersiapkan lebih awal supaya dapat merebut medali emas salah satu putra atau putri. Terima kasih masyarakat yang sudah mensuport kami,” tukasnya. (Rep:A.M/Ed:Ink)

Reporter: Afif
Penulis: Afif
Editor: Inunk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here