Puncak Dies Natalies, CSSMoRA Gelar Kajian Fungsional Perangkat Hisab Rukyat

0
215

Semarang, justisia.com-Dalam rangka Dies Natalies ke-12, Community of Santri Scholarship of Minister of Religious Affairs (CSSMoRA) UIN Walisongo Semarang menggelar Seminar Nasional dengan tema “Kajian Fungsional Perangkat Hisab Rukyat” di Auditorium I Kampus 1 UIN Walisongo Semarang.

Acara puncak dari rangkaian Dies Natalies ini mengkaji alat-alat falak yang dimodifikasi oleh para alumni CSSMoRA.

Mereka adalah Syaoqi Nahwandi, S.H.I, M.H., anggota CSSMoRA tahun 2009 sebagai modifikator alat Gunter’s Quadrant dan Ehsan Hidayat, S.H.I., M.H., anggota CSSMoRA tahun 2013 sebagai modifikator alat Volvelle.

Panelis dalam acara yang diadakan pada Kamis (12/12/2019) ini antara lain: Dr. H. Ahmad Izzuddin, M.Ag sebagai ketua Umum Asosiasi Dosen Falak Indonesia, Drs. K.H. Slamet Hambali, M.S.I. sebagai Koordinator Litbang Lembaga Falakiyah PBNU, Dr. Anisah Budiwati sebagai Alumni CSSMoRA UIN Walisongo yang pertama juga Dosen Ilmu Falak Universitas Islam Indonesia. Moderator dibawakan oleh Raizza Kinka Intifada, alumni CSSMoRA UIN Walisongo tahun 2019.

Selain dihadiri oleh Anggota dan Alumni CSSMoRA UIN Walisongo, seminar kali ini juga dihadiri Mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Walisongo, Universitas Sultan Agung dan Ma’had Aly Ashabul Kahfi.

Baca juga:  Trending Tagar #uinwalisongomelawan, Rektor UIN Walisongo Sebut Itu Akun Buzzer

Syaoqi Nahwandi, modifikator alat Gunter’s Quadrant mengatakan bahwa instrumen-instrumen yang dikembangkan oleh ilmuan-ilmuan muslim itu banyak sekali.

“Dengan adanya seminar ini bisa menambah minat kita dalam mengembangkannya menjadi instrumen yang bisa digunakan di masa sekarang dengan modifikasi dan inovasi,” ujarnya.

Gunter’s Quadrant merupakan jenis instrument berukuran saku yang merupakan hasil modifikasi Edmund Gunter terhadap model instrumen Horary Quadrant untuk menentukan waktu di sepanjang hari dengan cara membidik matahari.

Syaoqi memodifikasi beberapa desain dasar dalam Gunter’s Quadrant yang awalnya Gunter’s Quadrant hanya difungsikan dalam tiga hal, yaitu penentuan jam, azimuth matahari dan data ephemeris. Kemudian ia menambah fungsi baru yaitu dapat mengetahui waktu shalat.

Ehsan Hidayat menambahkan bahwa, Dengan Seminar ini kita membuka gerbang baru dalam dunia ilmu Falak.

“Selama ini kita mempelajari instrumen-instrumen lama. Maka dengan adanya seminar ini kita bisa mengembangkan instrumen baru dalam artian ada potensi baru lain yang bisa kita kembangkan sebagai pegiat ilmu Falak,” tuturnya.

Volvelle Inovation adalah instrumen pengembangan Volve awal buatan Philippe De La Hire (Perancis) pada abad ke-18 yang digunakan untuk penghitungan gerhana matahari, gerhana bulan dan juga bisa digunakan untuk kalender.

Baca juga:  Aliansi Pelajar Semarang Ikut Orasi Aksi Tolak Omnibus law

Volvelle Philippe yang pada awalnya oleh Philippe tahun 1680 memiliki piringan utama, table epoch terpisah di buku, fungsi untuk gerhana, dan masa penggunaan 1680-1854 Masehi.

Pada tahun 1752, Nicolas Bion memodifikasi dengan tambahan epoch ada di instrumentersebut. Kemudian Ehsan Hidayat memodifikasi lagi alat ini dengan menambahkan dua piringan menjadi lima piringan utama, fungsi untuk gerhana dan kalender, merombak algortima tiga piringan asli dan masa penggunaan dari 1900 hingga 2100 Masehi.

Fadly Rahmadi, salah satu peserta seminar ini mengatakan, “Seminar ini membuka inspirasi baru bagi kami yang masih pemula dalam ilmu Falak. Kami menemukan banyak hal, salah satunya adalah bahwa masih banyak hal yang bisa dikaji dan diteliti lebih mendalam dalam ilmu falak,” ungkapnya.

Reporter: Evan
Penulis: Evan
Editor: Harly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here