Justisia.com– Direktur Amnesty Internasional Usman Hamid dan Penyidik Senior KPK Novel Baswedan sampaikan pesan kepada Genwa 2019.

Direktur Amnesty Internasional Usman Hamid. Ia menyampaikan pandangannya terkait konflik di Papua dihadapan ribuan mahasiswa baru kampus UIN Walisongo, Selasa, (20/08/2019)

”Seolah-olah orang papua bukanlah manusia seperti kita, seolah-olah orang papua bukanlah manusia yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, oleh Tuhan yang menciptakan seluruh manusia di muka bumi ini, dengan kesamaan derajat, dengan perbedaan agar kita saling mengenal, saling membantu, menegakkan kecintaan pada kemanusiaan, ruhana ubainahum” tutur mantan Ketua TGPF Munir.

Selain Usman Hamid, Penyidik Senior KPK Novel Baswedan, dalam video rilis PBAK 2019 ini menyampaikan bahwa perlunya menyuarakan kepentingan HAM.

“Segala hal yang terjadi ancaman terhadap kemanusiaan, teror dan lain-lain yang dialami oleh banyak pihak, ini menjadi PR kita semuanya, tentunya kita selalu berharap kita bisa bersatu padu untuk berkomitmen selalu menyuarakan kepentingan HAM” ungkapnya di Video berjudul ”Mahasiswa UIN WAlisongo Desak Negara Akhiri Rasisme dan Tegakkan HAM” di akun resmi You Tube DEMA UIN Walisongo Semarang.

Presiden DEMA UIN Walisongo Priyo Ihsan Aji mengungkapkan bahwa rekan-rekan kita, aktivis papua di serang oleh aparat kepolisian dan TNI. ”Saya berharap kasus ini tidak terulang lagi, karena HAM harus ditegakkan, berkeadilan harus perlu ditingkatkan,” kata mahasiswa Fakultas EBI dalam orasinya.

Reporter : Sasti
Penulis : Sasti
Editor : Rais

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here