Pesan Muhibbin; Kemajuan UIN Walisongo Lebih Penting Untuk Dikedepankan Bersama

0
682
Muhibbin usai ditemui setelah acara pisah sambut dan ramah tamah dalam rangka selesainya masa tugas Rektor UIN Walisongo. Foto: Inunk

Justisia.com- Muhibbin secara resmi sudah tidak menjabat lagi sebagai Rektor UIN Walisongo. Ia  mengatakan, kemajuan UIN Walisongo lebih penting untuk dikedepankan. Pesan itu ia sampaikan dalam acara Pisah Sambut dan Ramah Tamah Dalam Rangka Selesainya Masa Tugas Rektor UIN Walisongo Semarang di Aula 1 Lantai 1, Jumat (26/7) Siang.   

“Kita semua harus mendukung kepemimpinan baru demi kemajuan UIN itu yang lebih utama ketimbang yang  lain. Jadi apapun nanti yang akan diprogramkan kita harus siap mendukung bersama.   Jangan sampai ada orang yang malah ngribeti,” terang Muhibbin kepada justisia.com

Ia juga berpesan kepada siapa saja yang melanjutkan estafet kepemimpinan UIN Walisongo agar amanah, dan mampu bersinergi dengan semua pihak dalam segala hal demi memajukan UIN Walisongo.

“Mudah-mudahan bisa amanah dan bisa merangkul semua pihak untuk kerjasama. Fungsi Rektor sebagai profokator.  Jadi hanya memprofokasi seluruh warga untuk mensukseskan semua program yang direncanakan. Kepemimpinan itu seni, seni bagaimana caranya mengajak orang lain mau menjalankan apa yang kita inginkan, manajemen seperti itu,” imbuh mantan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum tersebut.

Baca juga:  Perayaan 75 Tahun Gus Mus

Muhibbin menyampaikan bahwa selama ini ia masih bertanggung jawab terhadap kemajuan UIN Walisongo. Hanya saja ia akan kembali beraktifitas sebagai dosen dan akan melanjutkan karirnya sebagai akademisi untuk menulis dan melakukan penelitian.

“Saya tetap jadi dosen. Sebagai dosen, saya punya banyak waktu untuk bisa meneruskan karir saya sebagai penulis karya-karya ilmiah dan popular. Lebih banyak waktu untuk penelitian  dan saya tidak dikejar waktu masuk kantor. Paling saya cuma tinggal mengajar, ke perpustakaan dan bimbingan mahasiwa. Itu tetap sebagai tugas pokok saya. Saat sebagai Rektor,  waktu saya agak tersita untuk keperluan menyelesaikan karya ilmiah,” terangnya sambil tertawa.

Tercatat saat sebagai Rektor, Muhibbin masih menjadi dosen pengampu beberapa mata kuliah, salah satunya mata kuliah Ilmu Hadist di Fakultas Syariah dan Hukum. (Mft/Aff)

Reporter : Mufti

Penulis   : Mufti

Editor     : Afif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here