Pertama Kali, Dema FSH Deklarasikan Komunitas Anti Korupsi

0
16

Semarang, Justisia.com – Dema Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) adakan Seminar Nasional bertajuk Tren Vonis Koruptor di Provinsi Jawa Tengah. Seminar yang diadakan di Auditorium II UIN Walisongo tersebut mengundang beberapa tokoh yang berkecimpung dalam penanganan kasus Tipikor.

Selain mengadakan seminar, Dema FSH sekaligus juga mengadakan Deklarasi Komunitas Anti Korupsi.

“Pertama kali di UIN ada deklarasi komuitas anti korupsi, sehingga kita akan membuat garis structural untuk mengakomodir kasus-kasus itu sendiri. Tujuannya agar mahasiswa berperan aktif dan mampu berfikir kritis,” ungkap syarif, ketua dema FSH pasca acara, Selasa (9/4/2019)

Ia juga mengimbuhkan, Komunitas Anti Korupsi ini seperti LSM yang beranggotakan mahasiswa, khusunya mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Fungsi utama dari adanya komunitas ini untuk mendorong masyarakat yang melihat praktek tipikor untuk segera melapor melalui komunitas ini.

“Prioritasnya adalah mahasiswa UIN, karena telah mengetahui latar belakangnya dan lebih mudah koordinasi, tapi ketika di UIN tidak ada mungkin bisa mengajak mahasiswa luar. Komintas ini juga bisa dipersamakan dengan GMPK (Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi) yang mengakomodir masyarakat dalam pelaporan kasus tipikor,” papar pria berusia 21 tahun tersebut

Pendeklarasian Komunitas Anti Korupsi ini merupakan salah satu bentuk follow up dari diadakannya seminar nasional bertajuk “Tren Vonis Koruptor di Jawa Tengah”. Harapan selanjutnya mahasiswa mampu belajar lebih lanjut dan apabila tertarik bisa bergabung dengan komunitas anti korupsi ini. Sehubungan dengan rekrutmen selanjutnya belum ada kepastian waktunya dan segera untuk di publikasikan.

“Segera dipublis, dan kami juga menunggu waktu yang pas,” pungkasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here