Perjalanan Sang Faqih, Abdul Wahab Khallaf

0
89

Oleh: Sayyida Mahmudatun Nisa

Abdul Wahab Khallaf merupakan salah satu tokoh pemikir Islam yang pemikirannya dapat dijadikan motivasi untuk terus belajar di tengah keterpurukan yang dialaminya di mana beliau hidup pada zaman kolonialisme Inggris di Mesir pada tahun 1914.

Tokoh kelahiran Mesir tahun 1888 ini memiliki rasa berontak terhadap kolonialisme yang terjadi di dalam bangsanya. Beliau merasa bahwa konstitusi ada namun tidak berlaku, peratuaran ada namun tidak dijalankan, dan pemerintahan ada namun otoriter.

Pemikiran Abdul Wahab Khallaf dipengaruhi oleh aspek budaya di masa lalu. Melalui pengalaman pribadinya yang hidup pada zaman kolonialisme ia mencoba untuk menemukan jalan menghentikan kolonialisme tersebut. Karena sistem pemerintahan di bawah kekuasaan Muhammad Ali dianggap kapitalis; Mesir dijajah oleh Inggris, namun raja makmur bersama permaisuri, selir, dan anak-anaknya.

Pada tahun 1919 -1920, Abdul Wahab Khallaf menjadi salah satu aktivis yang memperjuangkan revolusi Mesir untuk lepas dari pengaruh kolonialis Inggris. Ketika kemerdekaan itu sudah terealisasi, Abdul Wahab mulai menekuni disiplin ilmu tertentu, yakni hukum positif.

Beliau mulai memperlajari segala seluk-beluk hukum. Membaca dan mempelajari hukum-hukum dari Inggris, Belanda, Pranciss, dan negara-negara barat lainnya. Beliau juga sempat menjadi seorang hakim dalam Mahkamah Syariah atau pada saat ini disebut Mahkamah Agung.

Disiplin ilmu hukum yang ditekuni beliau dapat dari Madrosatul Udhot Al-Syar’iyyah. Yang di dalam Madrasah tersebut mencetak hakim-hakim yang professional dan berkompeten. Namun, kegemarannya terhadap hukum sedikit meredup meski tidak seutuhnya redup. Hal ini bermula pada saat seorang sahabat dari Abdul Wahab yang menegur beliau. Tentang untuk apa mempelajari hukum yang berasal dari bangsa kolonial, sedangkan sebagai seorang muslim, beliau meninggalkan Al-Quran dan Hadist.

Berawal dari hal tersebut, Abdul Wahab Khallaf mulai membagi cabang pemikirannya menjadi dua disiplin ilmu, yaitu hukum positif dan ushul fiqih. Beliau mulai belajar fiqih dan ushul fiqih di Universitas Al-Azhar. Dari dua disiplin ilmu tersebut, beliau menyimpulkan bahwa hukum harus dipertimbangkan oleh aspek Ushul Fiqih. Maka, untuk mengetahui dan memutuskan suatu hukum, harus mengetahui ushul fiqihnya terlebih dahulu.

Abdul Wahab Khallaf merupakann seorang yang multitalenta. Beliau mampu menjadi pakar Islam dalam dua bidang aspek keilmuan sekaligus (aspek hukum dan aspek ushul fiqih). Dari dua disiplin ilmu tersebut, Abdul Wahab memberikan pemikiran yang menjadi khas dari beliau. Yaitu kemampuan untuk mengimplementasikan aspek durriyah dan aspek syar’iyyah.

Yang dimaksud dengan implementasi aspek duriyyah dan syar’iyyah di sini adalah mampu mengkonstruksi Al-Quran dan Hadist dalam Ushul Fiqih. Seperti meliputi 4 hal:

  1. Mengenai Al-Adilah Al-Syariyyah: Syar’u Man Qoblana
  2. Mengenai Al-Ahkam Al-Syariyyah: asal-muasal sebuah hukum. (Ijab dikenai hukum wajib)
  3. Mengenai Al- Qawaid Al-ushuliyyah Al-Lughowiyyah: Konstruksi bahasa
  4. Mengenai Al-Qawaid Al-Ushuliyyah Al-Tasyri’iyyah: 1 konstruksi dari 3 aspek 1,2,3

Pada intinya, isi dari dusturiyyah al-syariyyah adalah seorang pemimpin dan rakyat harus memiliki wadah yang dipisahkan. Namun, pemimpin tidak diperbolehkan untuk sewenang-wenang dan tetap mengedepankan musyawarah.

Yang dapat ditarik dalam perjalanan pemikiran seorang Abdul Wahab Khallaf adalah :

  1. Mengintegrasikan antar aspek politik dan aspek hukum islam.
  2. Obsesi dari Abdul Wahab dipengaruhi oleh revolusi Mesir.
  3. Konstruksi negara harus mampu mengimplementasikan Al-Quran dan Hadist demi menciptakan negara yang Rahmatan Lil Alamin.

Adapun karya-karya yang beliau ciptakan agar ilmu dan pemikiran tersebut tidak terputus adalah ‘Ilm Ushul al-Fiqh, Ahkam al-Ahwal al-Syakhshiyyah, Khulashah al-Tasyri’ al-Islami, Syarh Wafi Li Qanunai al-Waqf wa al-Mawarits, Al-Siayasah al-Syar’iyyah, Al-Suluthat al-Tsalats fi al-Islam, Nur min al-Islam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here