Justisia.com-Acara Pemuda Sholawatan yang diselenggarakan oleh Indonesian Youth Forum (IYF) di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo pada Jum’at (4/10) menarik perhatian masyarakat sekitar.

Acara yang dihadiri oleh Gus Azmi dan Veve Zulfikar ini memberikan kesan tersendiri bagi santriwati ma’had Al-Jamiah Walisongo. Mereka yang biasanya tidak diperbolehkan untuk menghadiri kegiatan pada malam hari, saat berlangsungnya acara tersebut mereka diizinkan untuk ikut memeriahkan bahkan dianjurkan untuk menghadirinya.

”Kata pengurus, ngaji kitab pindah di audit II. Berarti kan sebuah anjuran, walau ada beberapa yang nggak ikut karena ada tugas kuliah,” ujar salah satu santriwati Ma’had tersebut, Kamis (10/10).

Hal ini tentunya menjadi sebuah kontroversi. Pasalnya, setiap santriwati ma’had tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan di luar Ma’had pada malam hari karena adanya kegiatan wajib yang harus diikuti oleh seluruh santri.

Menanggapi hal tersebut, Miss Rochana selaku musyrifah ma’had mengatakan bahwa mereka menghadiri acara tersebut atas perintah langsung dari pengasuh pusat yaitu H. Ahmad Ismail.

”Ya, itu atas dawuh pengasuh pusat. Kita hanya menyebarkan pesannya kepada santri mahad”, tambahnya saat ditemui oleh kru Justisia langsung di Mahad.

Beliau juga menegaskan perihal aturan yang dianggap mengekang oleh sebagian santri mengenai perizinan kegiatan kampus pada malam hari.

”Sekali lagi saya tegaskan kegiatan yang menunjang, membantu, melengkapi keakademikan di kampus, ma’had masih memberikan toleransi atau dispensasi. Tetapi jika acara tidak ada kejelasan, jangan harap kita akan memberikan izin. Karena kita mengukur kegiatan dengan skala prioritas,” ungkap mahasiswi semester 7 tersebut.

Ma’had Al-Jamiah Walisongo sendiri, akan memberikan izin kepada santrinya jika acara tersebut jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan pengajuan surat resmi yang diberi stampel dari Fakultas dan penanggung jawab acara.

Alasan adanya peraturan yang dianggap mengekang itu adalah untuk melindungi santri ma’had dan melatih santri untuk bisa mengatur dan memilih mana yang menjadi prioritas diri mereka sendiri.

Terkait untuk acara rutinan yang diadakan oleh HMJ Ilmu Falak yaitu Rukyatul Hilal sebenarnya santri ma’had jurusan Ilmu Falak bisa saja mendapatkan izin dari pihak ma’had, namun tentu saja melalui prosedur perizinan yang sudah ditetapkan. (Rep. Emil, Fauzia, Arul/Ed. Harly)

Reporter : Emil, Fauzia, Arul
Penulis : Emil, Fauzia, Arul
Editor : Harly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here