Beberapa mingu terakhir ini Indonesia mengalami kegaduhan, mulai dari politik, budaya, soasial dan Agama. di Jawa Barat sedang membahas perihal masjid yang dianggap sebagai konspirasi iluminasi, persekongkolan antara Zionis, Bani Yahudi dan Dajjal. Berawal dari prasangka Rahmat Baequni, ustad yang dikenal fokus dalam sejarah serta materi akhir zaman, seperti kemunculan dajjal, pemimpin akhir zaman, dan  kemunculan Yajuj dan Ma’juj.

“Masjid al-Safar yang dibagun dengan niatan baik, seperti namanya safar(perjalanan); untuk menyediakan tempat ibadah bagi mereka yang berhilir mudik di jalan (terutama saat mudik lebaran) ternyata tidak disambut baik oleh pengikut ustad Rahmat Baequni.

“Ini di dalam segitiga satu mata, jika kita solat menghadap siapa? Antara orang solat dan Allah ada segitiga mata satu?” ujar Baequni suatu ketika menjelaskan kenapa menentang Masjid al-Safar

Menanggapi itu, arsitektur masjid sekaligus Gubernur Jawa Barat juga mencoba menjelaskan perihal segita di depan perimaman masjid.

“Entah saya yang kurang ilmu pengetahuan atau jelas saya tidak tahu. Wallahu’alam. Tapi yang jelas ini maksud baik untuk beribadah,” mengutip dari klik berita.co.id

Freemason di  Indonesia

Freemasonry merupakan istilah dalam Bahasa Inggris yang juga Vrijmetselarij dalam bahasa Belanda. Dalam bahasa Arab disebut Masuniyah, sedangkan Masunik dalam bahasa Urudu dan France Masonerie dalam bahasa Prancis.

Vrijmatselarij atau Fremasonry terdiri dari dua kata. Secara harfiah Vri atau Free yang berarti merdeka, sedangkan Masonry atau Matselarij berarti membangun. Jika di artikan berarti sedang membangun, lantas apa yang sedang dibangun?

Faham Freemason masuk Indonesia sudah cukup lama, jauh sebelum kemerdekaan. Masuknya kolonialisasi ke Indonesia tidak lepas dari tiga hal, gold, glory, dan gospel. Dimana mereka mengambil kekayaan yang ada di Indonesia, mereka yang tidak puas dengan kekayaan yang mereka ambil, para penjajah mencoba menguasai wilayan Indonesia. Setelah dirasa mampu menguasai wilayah mereka juga mengatur tentang keyakinan.

Politik dagang VOC yang masuk Indonesia sebagai contoh lambang dari Freemason, bendera VOC menggambarkan logo bintang David dan juga Fremason. Dalam penyebutan nama belanda VOC tidak ada penggunaan huruf A sebagai ejaan bahasa Belanda, seperti dalam Bahasa inggris. Namun huruf A diletakan diatas huruf V yang merangkai huruf O dan C, dan jika ditarik garis lurus yang imajiner dengan huruf V maka akan membentuk sebuah lambang bintang David.

Dari sinilah faham freemason mulai membumi di Indonesia, banyak tokoh-tokoh pribumi yang ikut faham Fremason. Dalam laporan Paul van der Veur  mengatakan bahwa Soekanto, dengan nama lengkap Raden Sokanto Tjokrodiatmojo, dimana pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia tahun 1900-an. Selain Soekanto juga ada orang pribumi yang menduduki posisi penting dalam persaudaraan Freemason ini adalah Pangeran Ari Notodirodjo, Raden Adipati Tirto Koesomo bupati Karanganyar yang juga ketua Boedi Oetomo, Dr. Radjiman Wediodipoera, tokoh penting dalam BPUPKI, serta bersama Soekarno ia menjadi ketua PPKI. (Nurdi, 2007:34)

Paham Freemason tidak hanya merekrut orang-orang penting tokoh kebangsaan ia juga merekrut tokoh-tokoh penting jawa kalangan kraton dan pakualaman, Surakarta. Pangeran Soerdilogo, Dari Paku alam tercataat sebagai anggota Freemason sejak tahun 1871. Dan bisa dipastikan keturunan sultan Hamengku Buwono juga ikut menjadi anggota, minimal menjadi gerakan simpatisan.

Dalam peresmian Loji Mataram sultan Hamengku Buwono VI memperbolehkan bangunan istanyanya disewakan pada loji Mataram. Untuk menghargai raja Jawa yang simpatisan dengan Freemason Suhu Agung Netherland mengucapkan terima kasih kepada Sultan Hamengku Bowono VI dalam surat pribadinya.

Freemason yang bermain dalam wilayah Intelektual, kesenian dan kebudayaan. Maka tidak heran memikat orang-orang yang penting di Indonesia, misalnya seorang pelukis Indonesia terkenal Raden Saleh, ia masuk faham tersebut sekitar tahun 1837. Tidak Cuma Raden saleh, H  Agus Salim juga sempat terpikat oleh faham Freemason, ia tertarik oleh  Theosofi yang diajarkan faham tersebut.

 Pancasila, Zionis dan Freemason

Pancasila merupakan identitas negara Indonesia. Ia adalah nilai-nilai luhur masyarakat Indonesia yang digali founding father sebagai dasar negara yang dituangkan dalam lima asas; Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau perikemanusiaan, mufakat atau demokrasi, Kesejahteraan Sosial dan ketuhanan. Dimana oleh soekarno pernah diringkas menjadi trisila dengan susunan Sosio-Nasionalisme atau kebangsaan, Sosio Demokrasi yang menjcangkup kesejahteraan nasional, dan terakhir, ketuhanan.

Dari kelima asas itu pernah ditelaah oleh  seorang ilmuan muslim asal Pattani lulusan Madina University, Abdullah Patani yang menuliskanya di Madinah al-Munawarah pada tahun 1979 dengan judul  Freemason di  Asia Tenggara.

Khams Qanun dalam geraklan Zionisme tersebut adalah (1) Internasionalisme, (2)Nasionalisme, (3) Sosialisme,(4) Monotheisme Kultural,(5)Demokrasi. Dari kelima Khams Qanun gerakan Zionis ada kemiripan dengan Pancasila yang dicanangkan oleh Soekarno, tidak Cuma itu Kajian Abdul Patani juga menenmukan pada tanggal 21 Desember 1949, Pengurus besar Provinsial Vrijmetselarij, Dr. A.H.J Lovink mengirim telegram ucapan selamat kepada Bungk Karno dan Bung hatta sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat dan Perdana Menteri RIS.

Dalam telegram tersebut ada bagian yang berbunyi: “Berhubung dengan pengankatan yang mulia sebagai presiden pertama Republik IndonesiaSarekat, tarekar Mason Bebas dengan segala hormat mengucapkan selamat kepada yang mulia, dan menegaskkepada anda bahwa tujuan RIS untuk melayani kemanusiaan, seluruhnya mendapat resonansi dalam asas-asas dalam “Tarekat Mason Bebas”. Lantas benarkah ada hubungan antara Pancasila, Zionis serta Freemason?, Ada hubungan para pemimpinjawa denggan tarekat tersebut?.(Steven,2004:428)

Pada perkembangannya Indonesia berhasil dikembalikan menjadi negara kesatuan atas usaha dan perjuangan pejuang islam, Mohamad natsir yang mengajukan mosi tidak percaya. Mosi ini dalam sejarah dikenal dengan sebutan, “Mosi Natsir”.(Henry,2007:117)

Tahun 1961, presiden republik Indonesia pernah mengeluarkan sebuah maklumat yang tercatat pada lembaran negra nomor 18.1961. dalam lembaran tersebut, orang yang selalu membawa tongkat ketika berku jung keluar negeri melarang Vrikijmrntselaren -Loge (Loge Agung Indonesia), Moral Rearmemant Movement dan Acien Mystical Organization of Scuen Cruiser (Amorc) untuk aktif di Indonesia.

Surat keputusan itu melarang ketiga organisasi itu aktif di Indonesia sebab mempunyai dasar dan sumber dari luar Indonesia. Dimana ketiga organisasi tersebut merupakan kepanjangan dari Zionis internasional. Dan ini merupakan pertanda bahwa zionisme internasional telah dan terus berupaya menancapkan kukunya sejak lama di Indonesia.

Mengutip orator ulung pasca kemerdekaan, sekaligus tokoh penting kemerdekaan,”Kalau jadi Hindu jangan jadi orang India, kalau jadi orang Islam jangan jadi orang Arab, kalau Kristen jangan jadi orang Eropa, tetaplah jadi orang nusantara dengan adat-budaya nusantara yang kaya raya ini”

Penulis : Zen
Editor : Rais

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here