Kuota Turun, Pengelola PBSB UIN Walisongo Nilai Pola PBSB 2019 Kebijakan Tengah Jalan

0
607
Ketua Prodi Ilmu Falak S1 Sekaligus Pengelola PBSB UIN Walisongo Semarang, Drs. H. Maksun, M. Ag. di Kantornya pada Rabu (19/06).
Website | + posts

Kuota Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) tahun 2019 di UIN Walisongo turun menjadi 10.

Dilansir dari ditpdpontren.kemenag.go.id, kuota PBSB untuk Perguruan Tinggi Negeri UIN Walisongo Semarang hanya berjumlah 10 santri dibanding pada tahun 2018 yang berjumlah 25 santri dengan program studi yang sama, yakni ilmu Falak.

Menurut Drs. H. Maksun, M. Ag. selaku pengelola PBSB UIN Walisongo Semarang menyampaikan bahwa sejauh informasi yang belau dapat, beliau berasumsi hal ini karena pengaruh adanya tambahan kuota PBSB untuk perguruan tinggi mitra, Ma’had Aly dan PBSB luar negeri, Mesir.

Beliau menuturkan bahwa kebijakan kuota PBSB tahun 2019 merupakan kebijakan baru yang bergeser dari rencana awal.

“Kemaren Pak Basnang (Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren) bilang tahun depan (2020) Insya Allah kuota akan kembali menjadi seperti tahun 2018 karena sudah dirancang sejak awal. Kalimat Pak Basnang dirancang sejak awal, itu artinya ‘kan khusus 2019 sesungguhnya penambahan perguruan tinggi mitra dan PBSB luar negeri itu kebijakan di tengah jalan”, tutur ketua prodi S1 ilmu Falak tersebut di kantornya pada Rabu (19/06).

Beliau juga menyampaikan bahwa pengurangan kuota PBSB tahun 2019 adalah untuk menjalankan kebijakan baru.

“Ketika anggaran 2019 diketok ternyata ada kebijakan baru padahal belum direncanakan. Akhirnya otomatis kebijakan baru itu harus dilaksanakan tahun ini”, ujarnya.

Untuk tahun 2020, beliau mengatakan bahwa anggaran sudah direncanakan dari pusat.

“Kalau melihat pola PBSB tahun 2019 ini, maka (semoga) ekesekusinya di tahun 2020 tidak akan mengganggu lagi PBSB dalam negeri yang sudah berjalan, termasuk anggarannya”, ungkapnya.

Beliau menambahkan kewenangan untuk tahu secara persis terkait kuota PBSB merupakan kewenangan dari pusat, pihak PTN hanya menerima saja.

“Menerima saja apa yang menjadi kewenagan kita misalnya kita diajak merumuskan soal, bagaimana teknis pelaksanaan PBSB yang baik. Tapi soal kuota itu murni kebijakan dari pusat kita hanya menerima saja. Tetapi apakah reasoning-nya murni karena anggaran ya saya tidak tahu karena PTN itu sifatnya ya cuma menerima (dari pusat)”, ungkap Pak Maksun.

Sebagai pengelola PBSB UIN Walisongo, beliau mengatakan bahwa informasi yang beliau sampaikan tetap harus dikonfirmasi kepada pihak yang memiliki wewenang.

“Tetap harus dikonfirmasi ulang kepada yang punya program dalam hal ini ya (pihak) pdpontren karena di website pun PBSB sepertinya belum ada keterangan yang spesifik menyoal tentang alasan-alasan (penurunan kuota) itu”, pungkasnya. (Red: Hrl)

Baca juga:  Lomba Majalah, LPM Justisia Sabet Juara 1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here