Pemuda Perlu Dibekali dengan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

0
252
Dari kanan Akademisi UIN Walisongo Kholidul Adib, Anggota Komisi E DPRD Jateng Rif'an saat menjadi narasumber acara wawasan kebangsaan dan bela negara. Foto: Ink

Dalam rangka meningkatkan ketahanan generasi muda dalam menghadapi era globalisasi, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Provinsi Jawa Tengah mengadakan kegiatan wawasan kebangsaan dan bela negara pada hari Selasa, 23 Juli 2019 di Joglo Kasentanan Kampung Djowo Sekatul Margosari Limbangan Kendal.

Kegiatan yang pelaksanaannya menggandeng Forum Pemuda Nusantara (FPN) dan Nusantaranews99.com ini berlangsung sukses dengan menghadirkan tiga narasumber Dinporapar Jateng Muhson Subhi, S.Pd, Anggota Komisi E DPRD Jateng Rifan S.Ag, MM dari dan FPN M Kholidul Adib MSI.

Sedangkan peserta merupakan utusan organisasi pemuda dan mahasiswa dari berbagai organisasi seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Kendal (Imaken), Ikatan Mahasiswa Demak (Imade), hingga perwakilan dari lembaga kampus Universitas Islam (UIN) Walisongo, Unwahas dan Unnes Semarang.

Muhson Subhi menjelaskan bahwa pemuda merupakan tulang punggung suatu bangsa. Sejarah telah mencatat peran pemuda begitu besar dalam perjuangan kemerdekaan.

“Hingga sekarang para pemuda selalu menunjukkan kiprahnya begitu besar dalam mengisi kemerdekaan sehingga kami berharap para pemuda terutama mahasiswa bisa menjadi pelopor bagi masyarakat dalam menjaga Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 45,”kata dia.

Baca juga:  Mahasiswa Falak Ciptakan Teleskop Bermodal 400 Ribu

Sedangkan Rifan menyoroti kiprah pemuda yang khususnya di kalangan aktivis kian memudar setelah peristiwa 1998. Para aktivis setelah demonstrasi 1998 menggulingkan Soeharto seolah-olah terjebak dalam heroisme historis.

“Kita tidak paham tentang realitas pertarungan yang sesungguhnya terutama dalam ranah ekonomi dan politik. Ada aktor-aktor besar yang skalanya global turut bermain dalam dinamika ekonomi politik di Indonesia yang selama ini tidak diketahui orang banyak. Untuk itu mahasiswa harus paham aktor-aktor yang bermain kemudian mampu menempatkan dirinya mau bermain di ruang apa, jangan sampai cuma jadi penonton apalagi korban,” kata Rif’an.

Adapun M Kholidul Adib mengajak para pemuda untuk lebih memahami kondisi dan tantangan zaman sekarang yang berbeda dengan masa lalu. Sekarang zaman globalisasi. Tentu cara berfikir kita harus mengglobal walau kita tetap berpijak pada kepentingan nasional kita.

Misalnya bagaimana cara kita menghadapi liberalisme pasar dan fundamentalisme agama. Ideologi Pancasila sebagai kompromi para pemimpin kita jelas menghendaki adanya toleransi para tokoh bangsa kala itu sehingga lebih mengedepankan persatuan bangsa bukan egoisme pribadi yang sempit.

Baca juga:  PPB Terbitkan Surat Pengumuman Agenda UAS Semester Genap 2019/2020

Pada akhir acara para peserta meminta ada tindak lanjut nyata dari pertemuan ini. Setelah didiskusikan muncul tawaran dari narasumber Rifan yang diamini M Kholidul Adib yakni mendirikan koperasi sebagai salah satu wujud nyata pengamalan sila kelima Pancasila yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Terpilih sebagai ketua, Santoso dari UIN, sekretaris Eko dari Unnes dan bendahara Zulfi.

“Semoga koperasi ini bisa berjalan dengan baik guna melatih kita mempunyai daya tahan ekonomi menghadapi serbuan kapitalisme global,” harap Sumardi salah satu tokoh pemuda Kendal yang hadir dalam kegiatan tersebut. (Frs/Aff)

Reporter: Rais

Penulis  : Rais

Editor    : Afif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here