Pdt. Izak Latu: Lebaran Sebagai Sarana Recharging Identity

0
366
Website | + posts

Semarang, justisia.com-Peluncuran buku “Lebaran di Jawa: Tradisi, Simbol dan Memori” karya kolektif Tedi Kholiluddin dkk. dari Lembaga studi sosial dan agama (eLSA) Semarang digelar di Hotel Siliwangi pada Kamis (19/12/2019).

Buku “Lebaran di Jawa” ini mendapat banyak apresiasi baik dari panelis maupun peserta umum, karena ‘Lebaran’ dideskripsikan melalui multi-disipliner pendekatan yang akhirnya menghasilkan gambaran yang beragam pula.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh 10 orang penulis buku ini, ‘Lebaran’ tak hanya melibatkan satu pihak muslim sebagai tokoh utama, namun banyak pihak termasuk masyarakat non-Islam yang merasa mempunyai ikatan dengan ‘Lebaran’.

Lebaran dimaknai tidak hanya sebagai sebagai satu ritual keagaaman, namun lebih dari itu, ada memori, tradisi yang coba dilanggengkan oleh masyarakat kita. 

Izak Latu, seorang pendeta kelahiran Maluku yang turut menjadi panelis dalam acara tersebut mengungkapkan makna Lebaran bagi dirinya yang non-Islam.

Baginya, lebaran adalah sarana recharging identity,  memperkuat sekaligus menemukan identitas. Pria berkaca mata ini menceritakan bagaimana dia dan anak-anaknya melakukan ziarah kubur di tiap lebaran.

“Saya setiap lebaran selalu sungkem ke mbah-mbah, lalu ziarah kubur. Ziarah kubur ini penting untuk generasi muda sekarang, seperti anak- anak. Karena dengan ziarah kubur, mereka menjadi tau siapa para leluhur mereka. Mereka mengenal siapa mereka, menemukan identitas,” ujarnya.

Melalui Lebaran pula, Izak menuturkan pentingnya momen tersebut sebagai jembatan penghubung memori masa lalu dengan sekarang.

“Karena teks bukan sekedar tinta, tapi makna. Makna tidak hanya dalam tinta, tapi tutur,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dosen UKSW Salatiga ini menungkapkan bahwa dengan mengingat cerita para leluhur, akan menumbuhkan relasi antara yang dikuburkan dengan yang masih hidup.

“Mereka telah dikuburkan, tapi hidup dalam narasi, dalam ingatan, sangat penting bagi generasi sekarang,” tandas Izak.

Reporter: Fia
Penulis: Fia
Editor: Hikmah

Baca juga:  Isfaul Maulina: Jangan Malas Ngerjain Skripsi, Teruslah Konsultasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here