Justisia.com – Seorang nenek korban terdampak penggusuran Tambakrejo bernama Sum dilarikan ke Klinik 24 Jam Budi Husana pukul 22.20 WIB pada Kamis (9/5/2019).

Nenek Sum ditemukan dalam keadaan meriang, kedinginan, dan menggigil mendapat pertolongan dari relawan yang ada di lokasi pasca penggusuran.

Sebelum dilarikan ke klinik para relawan sempat membawa nenek Sum ke tukang pijit. Hal ini dibenarkan oleh relawan yang tidak ingin disebutkan identitasnya.

“Kami memiliki inisiatif membawa ke klinik,” ujarnya.

Saat dibawa ke klinik belum diketahui siapa keluarganya. Namun, setelah mengonfirmasi kepada Ketua RT 05 Tambakrejo Rohmadi nenek Sum adalah salah satu warganya.

“Ibu Sum itu warga saya,” jelas Rohmadi.

Dan menurut pengakuan salah satu warga Marjuki, nenek Sum hidup sebatang kara di Tambakrejo. Lalu, menurut salah satu relawan yang menutup identitasnya menjelaskan bahwa nenek Sum sudah lost contact dengan anaknya yang sekarang tinggal di Purwodadi.

Sehingga oleh karena tidak ada keluarga yang dapat dihubungi, maka para relawan yang mengambil alih tanggungjawab dan mengurus nenek yang sudah baya tersebut. Setelah mendapatkan pertolongan dari pihak kesehatan, nenek Sum diamankan dan dirawat oleh relawan di salah satu kontrakan rumah.

Hingga saat ini sebagian besar warga masih berada di lokasi pasca penggusuran. (PMS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here