Justisia.com-Banner besar muncul di sebelah utara lapangan, tempat upacara penutupan PBAK 2019 UIN Walisongo Semarang.

Banner yang bertuliskan “UIN Walisongo, Kampus Kemanusiaan & Berperadaban dengan UKT Rasa Konglomerat” tersebut menjadi perhatian khusus di tengah-tengah upacara.

Hal itu terjadi karena selain ukuran banner yang besar, UKT juga merupakan hal yang menjadi keluhan serius di tengah-tengah mahasiswa baru UIN Walisongo Semarang.

Upacara penutupan PBAK 2019 UIN Walisongo Semarang dihadiri oleh para petinggi kampus.

Mengenai hal ini, tim kreatif PBAK pun tidak mengetahui siapa pelaku yang menyempatkan diri menaruh banner tersebut karena mereka sedang mengadakan briffing di Gedung Fakultas Psikologi dan Kesehatan, tepat di samping lapangan upacara penutupan PBAK 2019 UIN Walisongo Semarang.

Tanggapan dari mahasiswa baru mengenai banner tersebut sangat beragam.

“Saya kurang setuju dengan itu”, ujar Lukman Maulana, mahasiswa baru Ilmu Tafsir Hadits, seraya menunjuk ke banner yang berisikan keluhan UKT tersebut.

Berbeda halnya dengan kebanyakan mahasiswa baru yang menyatakan setuju dengan banner tersebut karena dianggap mewakili oleh hampir semua mahasiswa baru UIN Walisongo Semarang. Seraya berharap agar biaya UKT diturunkan, atau setidaknya UKT sesuai dengan fasilitas yang ada di kampus.

“Harapan saya dengan adanya banner ini sangat tinggi, saya punya teman bernama Asrof, dia keluar dari kampus karena ketidakmampuannya membayar UKT”, ujar Nur Ulin N., salah satu tim kreatif PBAK 2019 UIN Walisongo Semarang.

Reporter: Jejek dan Asrul
Penulis: Jejek
Editor: Harly

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here