Justisia.com–  KASUBAG Rumah Tangga Universitas Islam Negeri Walisongo, Mahin Arnanto membenarkan  terkait adanya wacana pembuatan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Wacana tersebut akan direalisasikan pada tahun 2020 mendatang. Sejauh ini tempat pembuangan sampah di kampus UIN Walisongo masih dikelola oleh pihak luar, Kamis (10/10).

”Sementara ini kita belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA), untuk pembuangan sementara terletak di samping Gedung Serba Guna (GSG) dan ada beberapa titik pembuangan di kampus 2, lalu di buang ke TPA Jatibarang,” ujar pria kelahiran Semarang tersebut.

Kontrak yang diberlakukan dalam proses pengangkutan sampah antara pihak UIN Walisongo dan pihak TPA Jatibarang dilakukan secara rutin. Namun, menurut pengamatan beberapa mahasiswa proses pengangkutan akhir-akhir ini berlangsung tidak kondusif. Hal tersebut menjadi salah satu keluhan mahasiswa yang menempati kantor UKM Mimbar yang berada di GSG.

”Sebelumnya di belakang GSG itu bersih, semenjak adanya Tempat Pembuangan Sampah, semakin banyak sampah yang menumpuk dan tercecer” keluh salah satu mahasiswa Fakultas Dakwah.

Sampah-sampah tersebut berserakan disebabkan pengangkutan sampah tidak sesuai kontrak. Pihak UIN memberikan pernyatan seharusnya pengangkutan sampah rutin dilakukan sampai tidak ada tumpukan sampah di kampus.

”perbulan tidak teratur di lakukan pengambilan sampah tetapi tergantung dengan kapasistas sampah yang ada, biasanya seminggu 4 kali (di kampus 1,2 dan 3),” ungkap Sujiman selaku koordinator pengangkut sampah.

Periode awal pembangunan tempat pembuangan sampah muncul keluhan dari mahasiswa, ada juga warga yang komplain karena terganggu asap pembakaran. Namun, akhir-akhir ini sudah tidak ada lagi pembakaran sampah.

Anggota teater mimbar sempat melayangkan surat ke Rektor sebelumnya pada  bulan April tahun lalu, sempat ada tindak lanjut namun sampai saat ini kembali tidak kondusif. Tetapi, Mahin Arnanto saat ditemui Kru Justisia mengelak adanya komplain tersebut.

”Sejauh ini juga tidak ada keluhan masuk ke saya, jadi saya anggap semua baik baik saja. Karena memang setiap hari ada sampah itu langsung diambil,” elak pria kelahiran bulan Februari.

Informasi lebih lanjut dari Mahin Arnanto selaku KASUBAG Rumah Tangga dalam merealisasikan pembangunan TPA akan di tempatkan di  kampus 3, yang memiliki lahan agak luas.

”Ya mudah mudahan bisa direalisasikan, saya sendiri belum bisa memberikan tempat pastinya. mau di kampus 2 atau kampus 3 yang lebih baik, yang penting tidak mengganggu,” jelas pria berumur 45 tahun tersebut.

Muhin Arnanto juga memberikan pesan kepada seluruh civitas akademika UIN Walisongo untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan di area kampus. (rep. Fia, Reza, Maul/Ed.Sst)

Reporter : Fia, Reza, Maul
Penulis : Reza, Fia
Editor : Sasti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here