Justisia.com– 23 konfigurasi paper mob Genwa 2019 UIN Walisongo berdurasi dengan 4 menit 33 dirilis DEMA UIN Walisongo pada Jum’at (23/08) malam hari.

Video tersebut melibatkan 4.419 mahasiswa baru yang telah menempati formasi dalam PBAK 2019.

Tak hanya paper MOB, pidato dari Presiden DEMA UIN Walisongo, Priyo Ihsan Aji, Direktur Amnesty Internasional Usman Hamid, dan Peyidik Senior KPK Novel Baswedan berpesan kepada para mahasiswa baru bahwa betapa pentingnya menegakkan kemanusian dan keadilan HAM.

Formasi konfigurasi paper mob tersebut dilaksanakan di lapangan utama Kampus 3 UIN Walisongo di hari pertama yaitu Senin (19/08).

Melalui konfigurasi paper mob ini menyuarakan kasus-kasus HAM masalalu yang belum terselesaikan secara utuh. Dengan menampilkan para aktivis yang telah berjuang membela kemanusian dan menegakkan HAM yaitu pada peristiwa pilu Marsinah (1993), Wiji Tukul (1998), Munir (2004), dan Salim Kancil (2005).

Selain itu juga maksud dari paper mob tersebut berisi desakan dan tuntutan kepada pemeritah untuk tegas dan serius menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masalalu dan kasus yang saat ini tengah terjadi pada saudara-saudara kita Papua.

Dalam konfigurasi tersebut di akhiri dengan penggalan-penggalan kalimat sebagai berikut ”Mereka masih mencari, keadilan yang mati suri, menguak tabir kriminalisasi, yang hadir tanpa bukti, kian menanti diadili, hari demi hari, janji hanyalah janji, kadilan di ujung duri karena regulasi tidak pasti, Save Humanity! 74 tahun menuju Indonesia unggul Genwa 2019”.

Reporter : Sasti
Penulis :Sasti
Editor : Rais

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here