Semarang, Justisia.com – Mendapatkan predikat sebagai wisudawan terbaik merupakan sesuatu yang sangat diinginkan oleh seluruh mahasiswa di akhir penghujung studi mereka apalagi bisa lulus dalam waktu hanya tiga setengah tahun saja.

Selain memberikan banyak dampak positif karena sangat membanggakan juga akan memberikan kesempatan dan peluang kerja yang lebih besar serta memudahkan dalam mencari beasiswa studi lanjutan seperti beasiswa S2 juga akan tentunya menjadi incaran-incaran perusahaan.

Hal inilah yang mungkin juga tengah dirasakan oleh alumnus mahasiswa jurusan Ilmu Hukum, Uin Walisongo yang bernama Maulana Hasanudin. Pasalnya selain IPK yang hampir sempurna yakni 3, 98 dengan judul skripsi Pengembalian Kerugian Keuangan Negara Sebagai Dasar Penerbitan SP3 bagi Tersangka Tindak Pidana Korupsi, ia juga berhasil menamatkan jenjang studi S1 hanya dalam waktu 7 semester atau tiga setengah tahun saja.

Ia berhasil dinobatkan sebagai wisudawan terbaik UIN Walisongo pada acara wisuda sarjana yang ke 74 pada Selasa 6 Maret 2019.

“Menjadi mahasiswa bidikmisi jangan merasa minder diri, justru saatnya menjadi mahasiswa mahasiswa yang mampu memberikan inspirasi di tengah kesulitan ekonomi. Harus terus berjuang berkuliah secara mandiri. Mahasiswa bidikmisi harus mempu mengukir sejarah dengan menggali potensi diri dan berprestasi,” ungkapnya.

Seperti yang kita ketahui bahwasanya Maulana Hasanuddin adalah mahasiswa Bidikmisi UIN Walisongo Angkatan 2015. Selain menjadi wisudawan terbaik dan mahasiswa bidikmisi ternyata Maulana Hasanudin sudah memiliki usaha atau bisnis sendiri yang sudah dirintisnya sejak awal
semester tiga.

Dari hasil uang bidikmisi yang dikumpulkannya serta tabungan dari hasil beberapa lomba yang pernah ia juarai akhirnya Maulana Hasanuddin memberanikan diri untuk membuka usaha keripik kaca.

“Usaha saya mulai pada awal tahun 2017, lebih tepatnya saat saya semester 3. Saya memulai modal itu dari uang sisa bidikmisi dan dari hasil uang perlombaan yang pernah saya ikuti kemudian setelah proses ya yang namanya sebuah usaha pasti jatuh bangun artinya sulit dan mudahnya pasti ada”.

Terkait pemasaran ia memanfaatakan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Whatsapp agar produknya bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas. Banyak sekali proses yang telah dilewati Maulana dalam mengembangkan bisnisnya. Hingga kemudian produknya mulai dilirik oleh masyarakat dan banyak retailer yang ingin bekerja sama dengannya.

“Nama produknya Bledak Japa kalau bahasa lokal atau kerennya keripik kaca atau beling. Usahanya dimulai awal mulanya saya bekerja sama terlebih dahulu dengan teman saya tapi akhirnya saya sekarang usaha sendiri dan selama perkuliahan ini usaha saya dipegang oleh orang tua. Saya disini kuliah memenej dari segi pemasaran saja,” imbuhnya lagi.

Selain sibuk dengan bisnisnya, Maulana juga pernah tercatat namanya dalam menjuarai beberapa lomba seperti lomba Debat Parade Cinta Tanah Air Kementrian Pertahanan Tingkat Jateng, Lomba Hukum Pusat Studi dan Konsultasi Hukum UIN Sunan Kalijaga Regional Jateng-DIY, dan lomba Debat Konstitusi MPR Regional Jateng-DIY.

Saat ditemui oleh tim Justisia.com seusai acara wisuda, ia juga menuturkan bahwa wisuda bukan akhir dari segalanya namun awal dari perjalanan berat yang akan beliau tempuh setelah ini. Ia bahkan sudah memiliki planning atau rencana kedepan yaitu ingin mencapai cita-cita atau hal yang sekiranya positif untuknya seperti melanjutkan studi dan mencari beasiswa serta ingin mengembangkan usahanya menjadi lebih besar lagi dan untuk selanjutnya beliau ingin praktek menjadi seorang advokat.

“Untuk mahasiswa UIN Walisongo Semarang, sekarang UIN terus berkembang, terus progresif dan terus maju, akreditasi telah A, bantu sekuat tenaga untuk dapat memberikan yang terbaik bagi almamater. Terus berproses dan jangan berhenti karena dibelakang kita ada orang-orang yang menunggu sukses kita baik seperti orang tua, keluarga maupun sahabat. Dan untuk keluarga Ilmu Hukum saya bangga bisa menjadi salah satu dari kalian dan terus lanjutkan perjuangan dan untuk teman-teman yang belum menggarap skripsi segera diselesaikan dan digarap”. Salah satu kesan dan pesan Maulana Hasanudin untuk mahasiswa lain UIN Walisongo. (Rep:Affan,Lina/Red:Am)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here