Semarang, Justisia.com – Tiga hari berturut-turut terjadi pemadaman listrik di gedung perkuliahan Fakultas Syariah dan Hukum. Selasa (10/9/2019) pemadaman dirasakan di gedung G pada sore hari sekitar pukul 5. Rabu (11/9/2019) pemadaman dirasakan di gedung M. sama dengan hari sebelumnya, pemadaman terjadi sekitar pukul 5. Kamis (12/9/2019) pemadaman terjadi di gedung baru FSH, IsDB.

Fahrur, salah satu mahasiswa baru 2019 yang pada hari Rabu melakukan perkuliahan di gedung M menuturkan kejadian ini sangat disayangkan karena fasilitas yang diberikan tidak sebanding dengan UKT besar yang diterima. “Apalagi ini masalah sepele, hanya tentang lampu tapi hal ini sangat mempengaruhi pembelajaan sore ini,” tutur mahasiswa Ilmu Falak ini.

Keluhan yang tidak jauh beda disampaikan oleh Hamzan. Hamzah mengaku baru pertama kali mengalami mati lampu saat pembelajaran sore hari. Mahasiswa Ilmu Falak ini mengeluhkan bahwa lampu mati ini sangat mempersulit dosen dan mahasiswa. “Hari sudah mulai gelap, tetapi lampu sudah dimatikan padahal jadwal perkuliahan sampai jam 6,” sambung mahasiswa yang berasal dari Sulawesi Utara ini.

Salah satu dosen yang sedang mengajar saat mati listrik, Saefudin, mengaku baru kali ini masih sore tapi lampu sudah dimatikan dan sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar. “Itu padahal gedung G lampunya hidup, tapi ini M mati semua,” tuturnya saat ditemui oleh Tim Justisia. Saefudin juga mengungkapkan dua poin penting dalam kejadian ini. “Pertama, hal ini mengganggu konsentrasi belajar karena tidak hanya lampu yang mati, tapi juga kipas angin dan proyektor sehingga hawanya menjadi panas sekali. Kedua, hari sudah gelap gini tapi lampu sudah dimatikan jadi sangat mengganggu pandangan,” tukasnya.

Saefudin melanjutkan, ia berharap masalah ini bisa segera diselesaikan agar kegiatan perkuliahan bisa lebih nyaman untuk dijalankan. (Rep:Afan,Sadad/Ed:A.M)

Reporter: Afan & Sadad

Penulis: Sonia

Editor: Afif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here