Justisia.com- Pada sidang ujian terbuka promosi Doktor dalam bidang Studi Islam, Abdul Fatah menjelaskan hasil penelitianya bahwa kerusakan alam terjadi karena tertanamnya pemahaman manempatkan manusia sebagai makhluk superior dibanding dengan makhluk lain.

Melalui kajian Tafsir, ia mencoba menelaah pemahaman terkait ayat-ayat al Quran yang sangat antroposentrisme.

“Manusia menganggap dirinya adalah pusat dari ekosistem dunia, serta menilai alam sebagai pelengkap kebutuhan manusia adalah salah satu pemicu timbulnya kerusakan lingkunga,” kata Abdul Fatah saat menjelaskan hasil disertasinya berjudul Epistimologi Tafsir Lingkungan (Analisis Hermeneutis Terhadap Tafsir Ayat-Ayat Antroposentris Dalam Al Quran) di UIN Walisongo, Selasa (2/7).

Menguatnya paham antroposentrisme kata Abdul Fatah juga dilatarbelakangi oleh Teologi Al Quran yang secara tekstual memang memiliki makna mensuperiorkan manusia.

“Seperti manusia sebagai makhluk paling dimuliakan, manusia sebagai makhluk yang mempunyai kuasa pada alam, dan terakhir manusia sebagai khalifah di bumi. Semuanya banyak disebutkan dalam ayat-ayat Al Quran, ” Ia menyebutnya.

Ketiga konsep yang sangat antroposentrisme itu menurutnya manusia perlu melakukan pergeseran paradigma dalam memahami ayat Al Quran

Di disertasinya, ia meluruskan konsep tersebut dengan pendekatan hermeneutika kontekstual, dimana manusia dengan segala kelebihan yang dianugrahkan Allah kepadanya harus menjadi pengontrol diri agar tidak membuat kerusakan di bumi. Bukan justru sebaliknya menguasai alam lalu berbuat semaunya terhadap alam.

“Manusia diamanati supaya bertindak adil juga ihsan terhadap siapun termasuk terhadap alam yang telah menampung manusia demi keberlangsungan hidupnya,” kata pria alumni Megister Ilmu Lingkungan Undip itu.

Mengambil tema tafsir lingkungan di disertasinya, bermula dari kegelisahan Abdul Fatah mendengarkan ceramah para da’i di berbagai tempat yang kebanyakan terfokus pada tatanan seputar teologis dan fikih saja.

“Bicara halal haram bukan berarti itu salah. Cuma bagaimana sekiranya materi khutbah itu juga memuat materi tentang lingkungan. Jadi akan ada pemahaman¬† dari masyarakat kita terkait Islam, bahwa Islam itu bukan sekedar halal dan haram, tapi juga bicara bagaimana manusia memperlakukan alam dan lingkungannya,” Jelas Suami dari Zuhairotul Barokah.

Penguji sidang terbuka promosi Doktor Abdul Fatah yaitu Profesor Abdullah Hadzik, Ahmad Rofik, Imam Taufiq, Muhammad Chirzin, Mujiyono, Ahmad Ismail, Hasan Asy’ari Ulama’I, dan Ilyas Supena. (INK, ed: AMf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here